| dc.description.abstract | Dalam dinamika pekerjaan di Divisi Rangka Atas UPT Balai Yasa Yogyakarta,
teknisi dihadapkan pada tuntutan kerja tinggi, kondisi lingkungan yang penuh
risiko, serta sistem kompensasi yang dinilai belum sepenuhnya adil. Faktor-faktor
tersebut berpotensi menimbulkan stres kerja yang pada akhirnya dapat
memengaruhi kepuasan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk memahami
bagaimana beban kerja, lingkungan kerja, dan kompensasi menjadi pencetus stres,
bagaimana keterkaitan stres kerja dengan kepuasan kerja teknisi, serta bagaimana
usulan perbaikan dapat dilakukan untuk mengelola faktor-faktor tersebut.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data
melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi terhadap empat
informan, yang terdiri dari supervisor, team leader, dan teknisi Divisi Rangka
Atas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja yang padat, termasuk
pekerjaan unscheduled, menimbulkan tekanan fisik maupun mental yang
berdampak pada turunnya kepuasan kerja. Lingkungan kerja yang ditandai dengan
kebisingan, keterbatasan peralatan, dan penataan ruang yang kurang memadai
juga menjadi sumber stres. Selain itu, sistem kompensasi lembur yang berbelit
dan dianggap kurang transparan menurunkan motivasi serta persepsi keadilan.
Temuan ini menegaskan pentingnya manajemen beban kerja, perbaikan fasilitas
kerja, serta penyempurnaan sistem kompensasi lembur untuk menciptakan
lingkungan kerja yang sehat, adil, dan produktif. | en_US |