Analisis Ketahanan Keluarga dengan Orang Tua Disabilitas Sensorik Netra dalam Perspektif Maqashid Syariah: Studi Kasus di Lembaga Sosial Al Hikmah, Umbulharjo, Yogyakarta
Abstract
Pentingnya ketahanan keluarga sebagai fondasi kesejahteraan sosial, khususnya
bagi keluarga dengan orang tua penyandang disabilitas Sensorik Netra yang
menghadapi tantangan multidimensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
strategi ketahanan keluarga dengan orang tua penyandang disabilitas sensorik Netra
serta keterkaitannya dengan prinsip Maqashid Syariah, dengan studi kasus di
Lembaga Sosial Al Hikmah, Umbulharjo, Yogyakarta. Metode yang digunakan
adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif dan studi
kasus. Informan utama penelitian adalah lima pasangan orang tua tunanetra yang
menjadi anggota Lembaga Sosial Al Hikmah, sedangkan informan pendukung
meliputi pengurus dan pendamping sosial. Data diperoleh melalui observasi,
wawancara terbuka, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model
Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi ketahanan
keluarga tunanetra mencakup upaya kreatif dalam memenuhi kebutuhan ekonomi
melalui wirausaha dan keterampilan khusus, penguatan jejaring sosial dengan
komunitas dan tetangga, serta pengamalan nilai-nilai religius sebagai sumber
kekuatan moral. Prinsip-prinsip Maqashid Syariah, meliputi Hifzh al-Din, Hifzh al-
Nafs, Hifzh al-Aql, Hifzh al-Nasl, dan Hifzh al-Mal, tercermin dalam praktik
keluarga, meskipun penerapannya menghadapi tantangan seperti keterbatasan akses
pekerjaan, stigma sosial, dan minimnya fasilitas ibadah yang ramah tunanetra.
Temuan ini menegaskan bahwa Maqashid Syariah dapat menjadi kerangka efektif
untuk memahami dan memperkuat ketahanan keluarga dengan orang tua Disabilitas
Netra.
Collections
- Islamic Law [930]
