Hubungan Antara Grit dan Kemandirian Pada Siswa SMP Boarding School
Abstract
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara grit
dengan kemandirian pada siswa boarding school yang berusia 12 hingga 15 tahun.
Grit sendiri dipahami sebagai karakter yang mencerminkan kegigihan serta
konsistensi seseorang dalam mengejar tujuan jangka panjang. Sementara itu,
kemandirian merujuk pada kemampuan individu dalam mengambil keputusan dan
bertanggung jawab atas dirinya tanpa ketergantungan yang berlebihan pada orang
lain. Penelitian ini memakai pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi.
Sebanyak 120 siswa dari beberapa boarding school terlibat dalam penelitian ini,
yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil uji reliabilitas dari alat
ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sebesar 0.853 untuk alat ukur
kemandirian dan 0.910 untuk alat ukur grit. Data dikumpulkan melalui dua alat
ukur, yaitu skala grit dan skala kemandirian, yang keduanya telah lolos uji validitas
dan reliabilitas. Teknik analisis data yang digunakan meliputi uji korelasi Pearson
dan analisis regresi linear sederhana. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa
terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara grit dan kemandirian. Artinya,
siswa dengan tingkat grit yang lebih tinggi cenderung memiliki tingkat kemandirian
yang lebih baik. Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi acuan bagi sekolah
maupun orang tua dalam menumbuhkan karakter siswa, terutama dalam hal
membangun semangat juang dan sikap mandiri.
Collections
- Psychology [243]
