Biosintesis Tio₂ Nanopartikel Menggunakan Ekstrak Rosella (Hibiscus Sabdariffa L.) dengan Variasi Volume Ekstrak Sebagai Fotokatalis Untuk Produksi Biodiesel dari Minyak Jelantah
Abstract
Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh
variasi konsentrasi volume ekstrak rosella terhadap karakteristik ukuran,
morfologi dan distribusi TiO 2 yang dihasilkan melalui proses biosintesis serta
efektivitasnya sebagai fotokatalis dalam meningkatkan efisiensi produksi
biodiesel dari minyak jelantah. Pada sintesis TiO 2 dilakukan dengan menggunakan
metode sol-gel dengan variasi ekstrak rosella 10 mL, 15 mL, dan 20 mL.
Karakterisasi dengan FTIR menunjukkan bahwa serapan bilangan gelombang
TiO 2 untuk TiO 2 10 mL 467 cm -1 ; TiO 2 15 mL 467 cm -1 ; dan TiO 2 20 mL 467 cm -1 .
Hasil analisis dengan XRD ukuran kristal TiO 2 10 mL sebesar 6,2825 nm; TiO 2 15
mL sebesar 8,3095 nm; dan TiO 2 20 mL sebesar 8,8884 nm. Hasil dari DRS UV-
Vis menunjukkan nilai bandgap TiO 2 10 mL sebesar 3,21 eV; TiO 2 15 mL sebesar
3,23 eV; dan TiO 2 20 mL sebesar 3,25 eV. Pada analisis GSA mengindikasikan
TiO 2 memiliki struktur mesopori dengan ukuran pori 2-50 nm. Pada citra SEM menunjukkan TiO 2 berbentuk seperti gumpalan putih berbentuk bulat tak
beraturan. Hasil dari morfologi TEM menunjukkan bentuk cenderung bulat dan
tersebar merata dengan rata-rata ukuran partikel sebesar 8,06 nm. Pada
transesterifikasi diperoleh TiO 2 dengan ekstrak rosella 15 mL di bawah sinar UV
lebih efektif dalam proses produksi biodiesel biodiesel karena menghasilkan
komposisi metil ester paling tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa TiO 2 dengan
ekstrak rosella berfungsi sebagai fotokatalis untuk produksi biodiesel dari minyak
jelantah.
Collections
- Chemistry [750]
