• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Student Papers | Makalah Mahasiswa
    • Faculty of Law
    • Master of Public Notary
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Student Papers | Makalah Mahasiswa
    • Faculty of Law
    • Master of Public Notary
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Urgensi Regulasi Bailout Sebagai Instrumen Penyelamatan Perusahaan Non-keuangan di Indonesia (Studi Kasus PT. Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) Indonesia)

    Thumbnail
    View/Open
    23921001.pdf (1.793Mb)
    Date
    2025
    Author
    Mahrus, Abdul Kamil Abdurrahman
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Dalam era globalisasi dan integrasi ekonomi yang semakin kompleks, perusahaan- perusahaan strategis memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. PT. Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) merupakan salah satu perusahaan tekstil terbesar di Asia Tenggara yang telah memberikan kontribusi signifikan dalam sektor ekspor dan penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Namun, tekanan eksternal seperti pandemi COVID-19, konflik geopolitik, dan fluktuasi pasar global menyebabkan perusahaan ini mengalami krisis keuangan akut yang ditandai dengan penurunan likuiditas, utang yang menumpuk, dan akhirnya status ekuitas negatif. Akibatnya, Sritex terancam delisting dari Bursa Efek Indonesia dan melakukan pemutusan hubungan kerja massal terhadap lebih dari 10.000 karyawan. Sayangnya, belum ada kerangka regulasi bailout yang komprehensif di Indonesia untuk menyelamatkan perusahaan non-keuangan seperti Sritex, berbeda dengan negara-negara seperti Amerika Serikat (TARP) dan Malaysia (RCLS) yang telah memiliki sistem penyelamatan korporasi berbasis hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji urgensi pembentukan regulasi bailout sebagai bagian dari sistem hukum ekonomi nasional, dengan studi kasus kepailitan Sritex sebagai ilustrasi utama. Metode yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dan studi kasus dengan analisis data sekunder berupa peraturan perundang-undangan, literatur ilmiah, serta laporan keuangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kekosongan hukum terkait bailout di Indonesia menciptakan ketidakpastian dalam pengambilan kebijakan saat krisis perusahaan strategis terjadi. Selain itu, keterbatasan bantuan pemerintah yang hanya bersifat non-finansial memperburuk dampak sosial- ekonomi dari krisis perusahaan, seperti peningkatan pengangguran, kerentanan sosial, dan terganggunya ekosistem industri. Penelitian ini merekomendasikan agar pemerintah Indonesia menyusun regulasi bailout yang sah, transparan, dan akuntabel dengan kriteria yang jelas bagi perusahaan penerima. Regulasi ini diharapkan mampu menjadi instrumen penyelamatan perusahaan yang strategis sekaligus menjaga stabilitas ekonomi dan perlindungan terhadap tenaga kerja.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/59072
    Collections
    • Master of Public Notary [142]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV