| dc.description.abstract | Latar Belakang: Vankomisin merupakan antibiotik yang banyak digunakan untuk
infeksi bakteri Gram-positif khususnya MRSA (Methicillin-resistant
Staphylococcus aureus). Walaupun efektif, obat ini dapat menimbulkan efek
samping serius seperti DRESS (Drug reaction with eosinophilia and systemic
symptoms). Reaksi ini sering dikaitkan dengan faktor genetik, terutama keberadaan
alel HLA-A*32:01 yang meningkatkan kerentanan pasien terhadap reaksi obat.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan alel HLA-A*32:01
menggunakan metode PCR (Polymerase chain reaction) alel-spesifik, yaitu teknik
untuk memperbanyak DNA target, serta mengetahui distribusi frekuensi alel HLA-
A*32:01 pada pasien yang menjalani terapi vankomisin.
Metode: Desain penelitian cross-sectional yaitu pengumpulan data pada satu waktu
terrhadap 19 pasien terapi vankomisin di Rumah Sakit Akademik UGM. DNA
diisolasi dari darah menggunakan metode spin-column, kemudian dilakukan PCR
alel spesifik HLA-A*32:01 dan gen GALC sebagai kontrol. Hasil PCR dianalisis
dengan elektroforesis gel agarosa.
Hasil: Dari 19 pasien, sebanyak 15 pasien (79%) terdeteksi positif alel HLA-
A*32:01, sedangkan 4 pasien (21%) menunjukkan hasil negatif. Penelitian ini tidak
menilai langsung kejadian klinis DRESS, namun distribusi alel yang tinggi
mengindikasikan potensi risiko hipersensitivitas pada pasien terapi vankomisin.
Kesimpulan: Metode PCR efektif mendeteksi keberadaan alel HLA-A*32:01, dan
hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien terapi vankomisin
dalam studi ini menunjukkan keberadaan alel HLA-A*32:01. | en_US |