| dc.description.abstract | Tugas akhir ini dilatarbelakangi oleh permasalahan dalam budidaya melon pada greenhouse yang
masih menggunakan metode penyiraman konvensional yang kurang efisien dan tidak adaptif
terhadap perubahan kondisi lingkungan. Hasil observasi menunjukkan bahwa penggunaan sistem
irigasi tetes (drip irrigation) yang hanya berbasis timer seringkali tidak sesuai dengan kebutuhan
tanaman, sehingga menyebabkan pemborosan air maupun kekurangan penyiraman yang
berpengaruh pada kualitas dan hasil panen. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dirancang
sistem otomatisasi penyiraman tanaman melon berbasis sensor kelembaban tanah dan sensor suhu-
kelembaban udara (DHT22) yang terintegrasi dengan mikrokontroler serta didukung teknologi
Internet of Things (IoT). Sistem ini mampu mendeteksi kelembaban tanah secara real-time,
mengendalikan pompa air secara otomatis melalui relay, serta menampilkan data kelembaban dan
status penyiraman melalui aplikasi Blynk. Pengujian dilakukan dengan mengukur akurasi sensor,
kecepatan respon sistem, serta kestabilan pengiriman data. Hasil pengujian menunjukkan bahwa
sistem memiliki akurasi lebih dari 90% dalam pembacaan sensor, respon yang cepat, dan
penyiraman yang adaptif sesuai kebutuhan tanaman. Namun, sistem masih memiliki keterbatasan
dalam kestabilan sensor pada kondisi lingkungan tertentu. Secara keseluruhan, rancangan ini
memberikan solusi penyiraman yang lebih efisien, praktis, dan ramah lingkungan, sehingga dapat
meningkatkan kualitas pertumbuhan tanaman melon sekaligus mengurangi pemborosan air dalam
budidaya greenhouse. | en_US |