| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model evaluasi karakter dalam
manajemen risiko keuangan mikro pada individu Usaha Kecil Menengah (UKM),
dengan studi kasus pada PT. BPR Danagung Yogyakarta. Latar belakang penelitian
didasari oleh keterbatasan sistem penilaian kredit konvensional yang cenderung
menolak nasabah dengan reputasi keuangan negatif, meskipun mereka memiliki
karakter yang baik. Metode penelitian menggunakan pendekatan psikometris IPIP-
BFM-25 untuk mengukur lima dimensi kepribadian (Extraversion, Agreeableness,
Conscientiousness, Neuroticism, Openness) serta algoritma Decision Tree C4.5
untuk klasifikasi kelayakan kredit. Data dikumpulkan dari 301 responden
nasabah/calon nasabah dengan reputasi kredit rendah. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa dimensi Conscientiousness berpengaruh signifikan terhadap
keterlambatan pembayaran kredit, sedangkan Agreeableness dan Extraversion
berkontribusi positif terhadap kelayakan meskipun tidak dominan. Decision Tree
yang dihasilkan menempatkan Agreeableness sebagai simpul akar utama dalam
klasifikasi kelayakan kredit. Model yang dikembangkan mampu mengidentifikasi
kategori “Layak”, “Pertimbangan”, dan “Tidak Layak” secara lebih adil, dengan
mempertimbangkan aspek kepribadian dan riwayat pembayaran. Kesimpulan
penelitian menegaskan bahwa integrasi faktor psikologis dengan indikator finansial
dapat mengoptimalkan analisis karakter dalam prinsip 6C perbankan, sehingga
mendukung terciptanya sistem penilaian kredit yang lebih inklusif, adil, dan sesuai
prinsip keadilan sosial. Model ini diharapkan dapat diimplementasikan dalam
aplikasi DanagungGO untuk meningkatkan efektivitas manajemen risiko dan
memperluas akses pendanaan ultra mikro. | en_US |