Peran Mediator Perempuan Dalam Melindungi Hak-hak Perempuan Pada Proses Mediasi Perceraian: Perspektif Ziba Mir-hosseini
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran mediator perempuan
dalam perlindungan hak-hak perempuan pada proses mediasi perceraian di
Pengadilan Agama, dari perspektif pemikiran Ziba Mir-Hosseini. Mir-Hosseini,
sebagai seorang sarjana hukum Islam kontemporer, menyoroti pentingnya
reinterpretasi hukum islam yang memperhatikan kesetaraan gender, khususnya
dalam konteks perlindungan hak-hak perempuan. Penelitian ini berfokus untuk
mengkaji bagaimana mediator perempuan berperan dalam membantu perempuan
yang berhadapan dengan hukum, terutama dalam upaya memperoleh hak-hak
perempuan selama proses mediasi perceraian. Penelitian ini menggunakan
metode kualitatif analisis deskriptif dengan subjek penelitian 2 orang mediator
perempuan yaitu mediator perempuan hakim dan mediator perempuan nonhakim
di Pengadilan Agama Bantul yang ditentukan melalui teknik purpose sampling,
penelitian ini diarahkan untuk mengetahui peran mediator, tantangan dan
penanganannya. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah dengan
melakukan wawancara, dokumentasi, studi Pustak. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa mediator perempuan memiliki peran strategis dalam mengedepankan
prinsip keadilan substantif, memastikan akses informasi hukum yang memadai,
dan mendorong kesepakatan yang tidak merugikan hak-hak perempuan selama
proses mediasi perceraian. Penelitian ini juga mengidentifikasi peran mediator
perempuan dan tantangan yang dihadapi mediator perempuan dalam menjalankan
proses mediasi. Serta mengkaji faktor yang mempengaruhi efektivitas mediator
perempuan dalam melindungi hak-hak perempuan selama proses mediasi
perceraian dan pendekatan apa saja yang efektif digunakan oleh mediator
perempuan untuk mencapai perdamaian, memastikan perlindungan hak-hak
perempuan selama proses tersebut.
Collections
- Islamic Law [996]
