| dc.description.abstract | Arah kiblat merupakan salah satu syarat sah salat yang harus diperhatikan oleh umat
Islam. Saat ini banyak aplikasi digital yang menyediakan fitur penunjuk kiblat,
salah satunya adalah Digital Falak versi 2.3.9 yang dikembangkan oleh Ahmad
Tholhah Ma’ruf. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep kerja aplikasi
tersebut serta mengevaluasi tingkat akurasinya dibandingkan dengan metode
astronomis Rashdul Kiblat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
dengan metode deskriptif-evaluatif. Pengumpulan data dilakukan melalui
dokumentasi, observasi rashdul kiblat di Masjid Al-Mina, Purworejo, serta
wawancara kepada Ahmad Tholhah Ma’ruf selaku pengembang aplikasi. Temuan
dari penelitian ini menghasilkan kesimpulan, pertama, konsep aplikasi digital falak
yang dikembangkan oleh Ahmad Tholhah Ma’ruf menggunakan sistem bantuan
kompas yang dipadukan dengan sistem GPS dan cara kerja dari digital falak ini
secara sederhana. Kedua, Akurasi arah kiblat dari aplikasi digital falak
dibandingkan dengan metode rashdul kiblat kurang akurat karena terdapat selisih
1-5 derajat terutama ketika digunakan di lingkungan dengan gangguan medan
magnetik. Oleh karena itu, aplikasi ini hanya direkomendasikan sebagai solusi
alternatif dalam kondisi terbatas, bukan sebagai alat utama untuk penetapan arah
kiblat permanen seperti pembangunan masjid. Dari hasil tersebut,
direkomendasikan adanya pengembangan lebih lanjut terhadap sistem algoritma
dan sensor dalam aplikasi, serta perlunya sosialisasi kepada masyarakat tentang
cara penggunaan yang benar agar tidak terjadi kesalahan dalam penentuan arah
kiblat. | en_US |