Analisis Paparan Logam Berat dan Risiko Kesehatan pada Pekerja di Unit Pengolahan Sampah Kota Yogyakarta
Abstract
Polusi udara akibat partikel halus (PM2.5) dari aktivitas pengolahan sampah
berpotensi membawa logam berat yang dapat menimbulkan risiko kesehatan bagi
pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi logam berat
Timbal (Pb), Kadmium (Cd), Kromium (Cr), dan Arsenik (As) dalam PM2.5 serta
mengevaluasi risiko kesehatan pekerja melalui jalur inhalasi pada empat Unit
Pengolahan Sampah (UPS) di Kota Yogyakarta. Pengambilan sampel dilakukan
menggunakan 8 sampel PM2.5 dengan Low Volume Air Sampler (LVAS) dan 20
sampel Personal Dust Sampler (PDS), namun hanya 4 sampel PDS yang dianalisis
melalui destruksi karena pertimbangan teknis laboratorium. Selain itu, sebanyak 50
responden diwawancarai untuk memperoleh data karakteristik dan potensi paparan.
Analisis logam berat dilakukan menggunakan Inductively Coupled Plasma–Mass
Spectrophotometry (ICP-MS). Konsentrasi rata-rata logam berat pada PM2.5 adalah
Pb = 0,245 μg/m3, Cd = 0,0208 μg/m3, Cr = 0,356 μg/m3, dan As = 0,153 μg/m3.
Sementara itu, konsentrasi logam berat pada PDS lebih tinggi dengan nilai Pb =
0,473 μg/m3, Cd = 0,071 μg/m3, Cr = 0,766 μg/m3, dan As = 0,578 μg/m3. Seluruh
nilai masih berada di bawah Nilai Ambang Batas (NAB) ACGIH (2024). Penilaian
risiko menunjukkan nilai Hazard Quotient (HQ) < 1 sehingga tidak menimbulkan
risiko non-karsinogenik yang signifikan, sementara risiko karsinogenik berada pada
rentang 10−11–10−9, termasuk kategori sangat rendah. Secara keseluruhan, paparan
logam berat pada pekerja UPS masih dalam batas aman, namun peningkatan upaya
mitigasi, seperti penggunaan APD, perawatan alat, serta pemantauan kualitas udara
secara berkala, tetap diperlukan untuk mencegah risiko jangka panjang.
Collections
- Environmental Engineering [1831]
