Analisis Risiko Paparan PM2.5 terhadap Kesehatan pada Pekerja Unit Pengolahan Sampah Kota Yogyakarta
Abstract
Pekerja di Unit Pengolahan Sampah (UPS) berpotensi terpapar PM2.5 yang
dapat berdampak pada kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur
konsentrasi PM2.5 di lingkungan kerja UPS Kota Yogyakarta, menganalisis
risiko kesehatannya terhadap pekerja, serta mengetahui hubungan antara
kondisi lingkungan kerja dengan fungsi paru pekerja. Pengambilan sampel
dilakukan pada empat lokasi UPS menggunakan Low Volume Air Sampler
(LVAS) selama delapan jam kerja. Analisis risiko dilakukan menggunakan
metode Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) yang meliputi
identifikasi bahaya, analisis pajanan, penilaian dosis-respons, dan
karakterisasi risiko. Hasil pengukuran menunjukkan konsentrasi PM2.5
tertinggi di UPS Giwangan sebesar 227,08 μg/m3 dan terendah di UPS
Karangmiri sebesar 16,67 μg/m3. Sebagian besar lokasi melebihi ambang
batas 25 μg/m3 berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 2 Tahun
2023. Nilai Risk Quotient (RQ) lifetime > 1 menunjukkan risiko non-
karsinogenik jangka panjang yang tidak aman, sedangkan RQ realtime
selama UPS beroperasi masih < 1 sehingga risiko saat ini relatif aman. Uji
fungsi paru menunjukkan 84% pekerja normal dan 16% mengalami
gangguan. Hasil uji Chi-Square tidak menemukan hubungan signifikan
antara konsentrasi PM2.5 dan fungsi paru, namun kuesioner mengindikasikan
keluhan seperti batuk, sesak napas, pusing, dan iritasi kulit. Penelitian ini
menunjukkan bahwa paparan PM2.5 di lingkungan kerja UPS tetap
berpotensi menimbulkan dampak kesehatan sehingga diperlukan
pengendalian teknis dan pemantauan kesehatan secara berkala.
Collections
- Environmental Engineering [1831]
