| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pera serta tantangan yang dihadapi
hakim perempuan dalam proses pemberian izin poligami di Pengadilan Agama.
Dalam konteks sistem Peradilan Agama di Indonesia, keterlibatan hakim
perempuan semakin meningkat seiring perkembangan kesetaraan gender. Namun
demikian, kehadiran mereka dalam menangani perkara yang bersifat sensitif,
seperti permohonan izin poligami, kerap menghadapi dinamika tersendiri baik dari
sisi hukum, budaya, maupun nilai-nilai agama Penelitian ini menggunakan metode
kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara
mendalam dengan hakim perempuan. penelitian menunjukkan bahwa hakim
perempuan memiliki peran penting dalam mengedepankan nilai keadilan substantif,
empati terhadap pihak perempuan (istri pertama), serta ketegasan dalam
menegakkan syarat-syarat poligami sesuai dengan ketentuan hukum Islam dan
peraturan perundang-undangan di Indonesia. Di sisi lain, mereka juga menghadapi
tantangan, seperti tekanan sosial budaya, bias gender dari masyarakat maupun
rekan sejawat, serta keterbatasan yurisprudensi yang mendukung perspektif gender.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun dihadapkan pada berbagai kendala,
hakim wanita di Pengadilan Agama mampu menjalankan perannya dengan
profesionalisme dan integritas. Temuan ini diharapkan dapat menjadi kontribusi
dalam penguatan perspektif gender dalam praktik hukum Islam di Indonesia,
khususnya dalam bidang peradilan agama. | en_US |