Show simple item record

dc.contributor.authorAzzahro, Nabila Diva
dc.date.accessioned2025-11-28T04:43:09Z
dc.date.available2025-11-28T04:43:09Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/58879
dc.description.abstractPenelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya pergeseran pola dalam mencapai dominasi global, terdapat pergeseran pola dari militer menjadi ke penggunaan alat- alat ekonomi. Antara Tiongkok dan AS menggunakan investasi sebagai ajang mereka memperluas pengaruhnya di ranah global khususnya pada masa kepemimpinan Joe Biden 2022-2024. Tiongkok mengusung Belt and Road Initiative (BRI) sejak 2013 untuk memperluas pengaruhnya di negara berkembang, sementara AS merespons dengan meluncurkan Partnership for Global Infrastructure and Investment (PGII) pada 2022 di bawah kepemimpinan Joe Biden dan negara G7.. Persaingan antara kedua negara ini selaras dianalisis menggunakan konsep geoekonomi dari Robert D. Blackwill dan Jennifer M. Harris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari persaingan tersebut menghasilkan dampak yang berbeda dari kedua inisiatif tersebut dilihat dari bagaimana masing-masing inisiatif mempengaruhi negara-negara penerima investasi. BRI Tiongkok cenderung meningkatkan ketergantungan pada modal dan teknologi sedangkan PGII menawarkan alternatif yang sesuai dengan kepentingan Barat.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectBRIen_US
dc.subjectGeoekonomien_US
dc.subjectInvestasi Infrastrukturen_US
dc.subjectPGIIen_US
dc.subjectPersaingan Tiongkok-ASen_US
dc.titlePersaingan Geoekonomi Antara Tiongkok dan Amerika Serikat pada Masa Kepemimpinan Joe Biden 2022-2024en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21323283


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record