| dc.description.abstract | Transformasi digital di sektor kesehatan merupakan strategi utama untuk
meningkatkan efisiensi layanan, khususnya pada manajemen rantai pasok obat yang
kompleks dan kritis terhadap ketersediaan obat. Tantangan seperti keterlambatan
distribusi, ketidakakuratan data stok, dan minimnya pemantauan real-time masih
sering terjadi di rumah sakit, berdampak pada kualitas pelayanan pasien. Penelitian
ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem informasi terintegrasi
berbasis Business Intelligence (BI) untuk memperkuat digitalisasi manajemen
rantai pasok obat. Pendekatan System Development Life Cycle (SDLC) model
waterfall digunakan, meliputi analisis kebutuhan, perancangan sistem, integrasi
data melalui proses ETL (Extract, Transform, Load), dan visualisasi menggunakan
Microsoft Power BI. Data yang diolah mencakup pergerakan stok gudang dan depo
farmasi, status kedaluwarsa, serta parameter max–min stok dalam data warehouse
berbasis star schema. Hasil menunjukkan dashboard interaktif yang dikembangkan
mampu menyajikan indikator kunci seperti tingkat ketersediaan stok, proyeksi
risiko kedaluwarsa, proporsi distribusi antar unit, dan validasi realisasi distribusi
secara akurat dan real-time. Implementasi sistem ini menurunkan total cycle time
proses dari 4.450 menit menjadi 1.671 menit (−62,75%), mempercepat waktu
pencarian data dari ±45 menit menjadi ±4 menit (−91,1%), serta mengurangi
proporsi aktivitas Non-Value Added dari 60% menjadi 27% (−55%). Sistem ini
terbukti meningkatkan kecepatan pemantauan, meminimalkan potensi kekosongan
obat, dan mempercepat pengambilan keputusan berbasis data oleh manajemen
farmasi. Penelitian ini berkontribusi pada penguatan ekosistem digital rumah sakit
dan merekomendasikan pengembangan lanjutan berupa integrasi dengan Electronic
Medical Records (EMR) serta pemanfaatan algoritma prediktif berbasis machine
learning untuk optimasi perencanaan pengadaan. | en_US |