Analisa Manajemen Aset Berbasis ISO 55001 dengan Pendekatan Balanced Scorecard dalam Menilai dan Meningkatkan Kinerja Aset pada PT. PLN (Persero) UP3 Pontianak
Abstract
Permintaan terhadap pasokan listrik yang andal dan efisien semakin meningkat seiring
pertumbuhan industri dan urbanisasi. PT. PLN (Persero) UP3 Pontianak sebagai penyedia
layanan kelistrikan menghadapi tantangan serius dalam menjaga keandalan aset dan
meminimalkan gangguan distribusi. Selama ini, pendekatan manajemen kinerja belum
sepenuhnya terintegrasi dengan sistem manajemen aset berbasis standar internasional.
Beberapa perusahaan telah menggunakan metode Balanced Scorecard (BSC) dan ISO 55001
secara terpisah untuk mengukur kinerja dan mengelola aset. Namun, pendekatan ini belum
mampu secara menyeluruh menghubungkan antara strategi organisasi, risiko aset, dan
indikator kinerja utama (KPI), sehingga menghasilkan evaluasi yang parsial dan kurang
responsif terhadap dinamika operasional. Penelitian ini mengusulkan integrasi antara Balanced
Scorecard dan ISO 55001 sebagai kerangka strategis untuk meningkatkan efektivitas
manajemen aset dan pengukuran kinerja secara komprehensif. Tujuannya adalah mengevaluasi
penerapan BSC dalam merancang strategi berbasis KPI serta mengembangkan strategi
peningkatan kinerja aset melalui standar ISO 55001. Penelitian ini menggunakan pendekatan
campuran, melalui pengumpulan data primer berupa wawancara dan kuesioner kepada
manajemen PT. PLN UP3 Pontianak, serta data sekunder dari laporan kinerja aset. Analisis
dilakukan dengan metode SWOT, SMART, dan Fault Tree Analysis (FTA) untuk merumuskan
strategi dan mengidentifikasi akar masalah kegagalan sistem. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa integrasi Balanced Scorecard dan ISO 55001 mampu mengidentifikasi prioritas
perbaikan aset kritis, meningkatkan efisiensi pengelolaan aset, serta mendukung pencapaian
target strategis perusahaan. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap praktik manajemen
aset strategis di sektor energi, serta dapat menjadi acuan untuk pengembangan sistem
manajemen berbasis kinerja yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
