| dc.description.abstract | Perkembangan teknologi digital membawa perubahan signifikan pada berbagai bidang, termasuk seni pertunjukan. Salah satu tantangan dalam pelestarian seni tari adalah penyajian gerakan secara akurat dan interaktif agar dapat dipelajari secara objektif. Teknologi motion capture menjadi salah satu solusi karena mampu merekam posisi tubuh penari dalam bentuk data tiga dimensi. Namun demikian, penerapannya dalam pembelajaran tari masih terbatas dan sebagian besar belum memanfaatkan visualisasi tiga dimensi berbasis data numerik.
Penelitian ini secara khusus berfokus pada visualisasi gerakan 3D dari data motion capture menggunakan MATLAB, serta penyeleksian otomatis momen transisi gerakan pada tarian Moonwalk menggunakan metode angular velocity. Data gerakan yang digunakan berasal dari Mocap NUS Database, berupa koordinat tiga dimensi (X, Y, Z) dari marker tubuh penari. Data tersebut diproses melalui tahapan konversi dan penyusunan ulang menggunakan Microsoft Excel dan skrip VBA agar kompatibel dengan MATLAB. Selanjutnya, data divisualisasikan dalam bentuk kerangka tubuh tiga dimensi (skeleton), kemudian dianalisis berdasarkan perubahan kecepatan sudut antar frame (angular velocity) untuk mengidentifikasi momen transisi antar gerakan secara otomatis.
Sebagai pengembangan tambahan, penelitian ini menggunakan pendekatan bounding box tiga dimensi untuk menghitung batas ruang gerak penari selama melakukan gerakan Moonwalk. Hasil visualisasi dan analisis menunjukkan bahwa momen transisi dapat terdeteksi secara jelas melalui puncak angular velocity, sedangkan ruang gerak Moonwalk didominasi oleh pergerakan pada sumbu Y (vertikal) dan Z (maju-mundur), dengan ruang gerak lateral (X) yang relatif sempit. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi visualisasi 3D, angular velocity, dan bounding box dapat digunakan secara efektif untuk mendukung pembelajaran dan pelestarian seni tari berbasis data motion capture. | en_US |