| dc.description.abstract | Peningkatan jumlah penderita Down Syndrome di Yogyakarta menunjukkan perlunya fasilitas yang mendukung
pengembangan potensi dan kemandirian mereka. Individu dengan Down Syndrome memerlukan lingkungan yang
aksesibel, aman, dan stimulatif guna mendukung perkembangan sosial, emosional, dan keterampilan mereka.
Sayangnya, ketersediaan fasilitas yang inklusif dan sesuai dengan kebutuhan mereka masih terbatas.
Perancangan Pusat Pengembangan Potensi dan Kemandirian bagi Down Syndrome di Yogyakarta dengan
pendekatan arsitektur inklusif bertujuan menciptakan ruang yang mendukung aktivitas terapi, edukasi, serta pelatihan
keterampilan secara optimal. Pendekatan ini memastikan desain yang ramah sensorik, mudah dipahami, serta
memberikan rasa nyaman dan aman bagi penggunanya. Harapannya dengan konsep yang jelas, tata ruang fleksibel,
serta integrasi elemen alam diterapkan agar pengguna dapat beradaptasi dengan lingkungan secara mandiri.
Dengan perancangan yang berfokus pada aksesibilitas dan inklusivitas, pusat ini diharapkan mampu menjadi wadah
bagi individu dengan Down Syndrome untuk berkembang secara maksimal, meningkatkan kemandirian, serta
berkontribusi lebih luas dalam kehidupan sosial dan profesional. | en_US |