| dc.description.abstract | Pulau Lombok, khususnya kawasan wisata Pantai Labuhan Haji di Lombok Timur, menghadapi permasalahan serius terkait pengelolaan sampah akibat meningkatnya aktivitas pariwisata. Sampah yang tidak terkelola dengan baik dapat mencemari lingkungan, merusak ekosistem, serta menurunkan kualitas pengalaman wisatawan. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan konsep desain kawasan wisata yang memanfaatkan sampah sebagai elemen rekreasi dan edukasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi studi literatur, analisis kondisi eksisting, serta penerapan teori arsitektur berkelanjutan seperti Hedonistic Sustainability, Biophilic Design, dan High-Tech Architecture. Studi kasus Copen Hill oleh Bjarke Ingels Group menjadi referensi utama dalam mengintegrasikan pengelolaan limbah dengan fasilitas wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi desain yang menggabungkan pengolahan sampah dengan fasilitas rekreasi dapat meningkatkan kesadaran wisatawan dan masyarakat terhadap pentingnya keberlanjutan lingkungan. Selain itu, peran aktif masyarakat dalam mendukung sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan menjadi faktor kunci keberhasilan konsep ini. Dengan adanya integrasi antara desain arsitektur, pengolahan limbah, dan edukasi lingkungan, kawasan wisata Pantai Labuhan Haji diharapkan dapat menjadi contoh pariwisata berkelanjutan di Indonesia. | en_US |