| dc.description.abstract | Latar belakang: Sekitar 5.3% penduduk Daerah Istimewa Yogyakarta tercatat
mengalami depresi berdasarkan laporan Riset Kesehatan Dasar (2018). Prevalensi
depresi yang relatif tinggi menunjukkan perlunya strategi intervensi yang efektif,
salah satunya melalui pengetahuan dan keyakinan pasien terkait pengobatan untuk
mendukung keberhasilan terapi.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang
memengaruhi pengetahuan dan keyakinan, serta hubungan antara keduanya dalam
pengobatan gangguan depresi di Rumah Sakit Umum Daerah Yogyakarta.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional pada 42 pasien depresi
di RSUD Yogyakarta dengan instrumen berupa kuesioner pengetahuan depresi dan
kuesioner keyakinan (BMQ). Analisis data dilakukan dengan uji Kolmolgorov-
Smirnov dan Spearman Correlation Rank.
Hasil: Rata-rata skor pengetahuan sebesar 10,761 (SD±3,214) dan keyakinan
sebesar 52,738 (SD±5.780). Pengetahuan dipengaruhi oleh usia (p = 0,003),
sedangkan keyakinan dipengaruhi oleh status pernikahan (p = 0,032). Tidak
ditemukan adanya korelasi antara pengetahuan dan keyakinan pada pasien depresi
terkait pengobatan gangguan depresi.
Kesimpulan: Tingkat pengetahuan pasien berada pada kategori cukup dan
sebagian besar pasien memiliki keyakinan yang negatif terkait pengobatan
gangguan depresi. Hal ini menunjukkan pentingnya edukasi dan komunikasi yang
lebih efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan keyakinan pasien terkait
pengobatan. | en_US |