Perancangan Creative Hub Gula Semut dengan Pendekatan Arsitektur Kontekstual di Desa Wisata Segajih, Kulon Progo
Abstract
Perancangan Creative Hub Gula Semut di Desa Wisata Segajih, Kulon Progo dilatarbelakangi oleh
fragmentasi ruang produksi skala rumah tangga, terbatasnya regenerasi pengrajin muda, serta ketiadaan
fasilitas terpadu yang dapat menghubungkan proses produksi, edukasi, dan wisata kreatif. Dengan lebih dari
90% warga menggantungkan hidup pada gula semut, dibutuhkan ruang baru yang mampu menjawab
tantangan spasial sekaligus memperkuat identitas budaya lokal. Rumusan masalah khusus yang akan
diselesaikan yaitu menghadirkan creative hub berbasis arsitektur kontekstual dengan menekankan tipologi
atap kampung sebagai bentuk utama yang selaras dengan lingkungan sekitar, serta mengintegrasikan
prinsip permeability, variety, dan richness. Metode perancangan dilakukan melalui observasi aspek fisik
(bentuk atap kampung dan pawon tradisional) serta aspek non-fisik (budaya dan aktivitas masyarakat),
didukung studi literatur terkait regulasi, iklim, dan standar ruang. Analisis meninjau urgensi perancangan,
potensi tapak, serta karakter budaya lokal, sedangkan uji desain mengacu pada teori Responsive
Environments (Bentley, 1985) untuk memastikan penerapan prinsip kontekstual secara konsisten. Hasil
rancangan berupa tata massa yang memadukan ekspresi tradisional melalui atap kampung dengan
pengolahan modern pada selubung dan ruang produksi, serta ruang bersama berupa pendopo, selasar,
coworking space, dan makerspace yang fleksibel. Sehingga Creative Hub Gula Semut dapat menjadi model
ruang kolaboratif yang adaptif terhadap iklim, budaya, dan sosial Segajih, sekaligus mendukung regenerasi
ekonomi kreatif lokal.
Collections
- Architecture [3988]
