| dc.description.abstract | Kota Jayapura sebagai ibu kota Provinsi Papua memiliki keberagaman suku dan budaya
akibat tingginya arus migrasi dari berbagai wilayah di Indonesia. Berdasarkan data sensus
penduduk, penduduk asli Papua hanya mencakup 35,13% dari total populasi, sementara
sisanya terdiri dari berbagai suku seperti Jawa, Sulawesi, Sumatera, dan lainnya.
Keberagaman ini berpotensi menimbulkan kesenjangan sosial, sikap acuh, serta
menurunnya tingkat toleransi antar masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan ruang interaksi
sosial yang dapat mempererat hubungan antar individu maupun kelompok.
Penelitian ini mengusulkan perancangan Fasilitas Olahraga dan Taman Interaksi di Kota
Jayapura sebagai wadah inklusif untuk membangun keharmonisan sosial. Aktivitas olahraga
dipilih sebagai pendekatan utama mengingat tingginya minat masyarakat terhadap olahraga,
di mana Papua menempati peringkat ke-7 dalam indeks partisipasi olahraga nasional
dengan angka 0,583 pada rentang usia 16-30 tahun. Selain olahraga, ruang pasar UMKM
dan taman interaksi juga dihadirkan untuk mendukung interaksi sosial secara pasif, semi-
pasif, maupun aktif.
Dengan konsep fleksibilitas ruang, keterbukaan, dan inklusivitas, fasilitas ini diharapkan
dapat menjadi solusi untuk meningkatkan hubungan sosial, mengurangi potensi konflik
akibat perbedaan suku dan budaya, serta menciptakan lingkungan yang harmonis bagi
seluruh masyarakat Kota Jayapura. | en_US |