Re-design Bandar Udara Rembele, dengan Pendekatan Regionalisme Kritis untuk Mewujudkan Identitas Daerah
Abstract
Bandar Udara Rembele yang terletak di Dataran Tinggi Gayo, Aceh, awalnya diba-
ngun sebagai solusi atas keterisolasian wilayah akibat konflik bersenjata pada akhir
1990-an hingga awal 2000-an yang menyebabkan jalur darat tidak aman dan
akses terbatas. Pembangunan bandara ini bertujuan membuka konektivitas
wilayah, mempercepat mobilitas, mendukung stabilitas ekonomi, serta mem-
perkuat akses perdagangan dan pariwisata, termasuk mendukung industri kopi
Gayo yang terkenal di pasar internasional. Dengan peran strategis sebagai pintu
gerbang wisatawan, bandara ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi
dan ikon yang memperkenalkan identitas budaya Gayo kepada dunia.
Dalam re-desain ini, digunakan pendekatan critical regionalism yang mengga-
bungkan teknologi modern dengan esensi budaya, iklim, dan lanskap lokal.
Pendekatan ini tidak meniru bentuk tradisional secara langsung, melainkan menaf-
sirkan budaya lokal secara kritis sehingga menghasilkan desain yang kontekstual,
bermakna, dan berakar kuat pada budaya dan lanskap Dataran Tinggi Gayo.
Identitas lokal akan tercermin melalui bentuk, material, pola ruang, dan simbol
budaya khas, sehingga memperkuat rasa tempat (sense of place) serta memberi-
kan pengalaman unik bagi pengguna.
Tujuan re-desain ini adalah meningkatkan kualitas, kapasitas, dan fungsi bandara
sebagai gerbang utama wisatawan yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan
pariwisata, menghadirkan identitas lokal yang kuat, serta menciptakan landmark
ikonik di Bener Meriah. Desain terminal dan fasilitas penunjang dirancang dengan
tata ruang yang efisien, nyaman, dan estetis, menggunakan material lokal dan
teknologi modern, untuk mendukung mobilitas hasil bumi dan perdagangan
kawasan, sekaligus menegaskan posisi Bandara Rembele sebagai simbol kebang-
gaan masyarakat Gayo.
Collections
- Architecture [3971]
