| dc.description.abstract | Sengketa Laut Tiongkok Selatan merupakan salah satu konflik terpanjang
dalam sejarah moderen yang dimulai sejak 1947 ketika pemerintah Tiongkok
mengklaim wilayah perairan ini melalui konsep Nine Dash Line. Hingga periode
2014-2023 sengketa ini belum dapat diselesaikan secara mendasar dan kemudian
ditanggapi secara beragam oleh negara-negara di Asia Timur dan Asia Tenggara.
Vietnam merupakan salah satu negara yang berupya merespon sengketa tersebut
secara proporsional dengan memperhatikan pencapaian kepentingan nasional dan
stabilitas keamanan global. Pada penelitian ini, penulis akan membahas tentang
upaya Vietnam dalam menghadapi Tiongkok di tengah sengketa Laut Tiongkok
Selatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik
pengumpulan data sekunder, sedangkan teori yang digunakan onsep Hedging yang
dirumuskan oleh Peter J. Kazenstein dan Allen Carlson. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa upaya Vietnam dalam menghadapi Tiongkok di tengah
sengketa Laut Tiongkok Selatan dijalankan melalui strategi untuk tidak memihak
(not taking side) dengan menjaga posisi diantara pihak-pihak yang bersengketa
(non-aligment), mencari potensi untuk meminimalkan resiko (insurance seeking),
serta mengembangkan kebijakan politik keamanan untuk menghadapi kondisi yang
penuh ketidakpastian (uncertainty in structural conditions), All available
instruments pursued in an opposite and mutually counteractive sebagai sarana
utama (principal means). | en_US |