| dc.description.abstract | Latar belakang: Nyamuk berperan sebagai penular penyakit seperti demam
berdarah dengue (DBD). Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan
memanfaatkan bahan alami yang bersifat menolak nyamuk. Sediaan gel dipilih
karena mudah diaplikasikan, cepat meresap, serta lebih stabil dalam
mempertahankan senyawa volatil seperti minyak atsiri.
Tujuan: Mengetahui kandungan limonene pada minyak atsiri kulit jeruk manis,
mengembangkan formulasi sediaan gel berbasis minyak atsiri dengan karakteristik
sediaan yang baik, serta mengevaluasi efektivitasnya sebagai repellent alami
kepada nyamuk Aedes aegypti .
Metode: Minyak atsiri dari limbah kulit jeruk manis diperoleh melalui destilasi air
dan diidentifikasi melalui GC-MS. Gel diformulasikan dengan konsentrasi 5%,
10%, dan 15%. Evaluasi mencakup uji fisik (organoleptik, pH, homogenitas,
viskositas, dan daya sebar) dan uji efektivitas repellent terhadap nyamuk Aedes
aegypti. Kemudian data dianalisis menggunakan ANOVA.
Hasil: Hasil analisis GC-MS menunjukkan bahwa limonene sebagai senyawa
dominan sebesar 97,12%. Seluruh formula memenuhi parameter fisik yang baik
mencakup organoleptik, pH, homogenitas, viskositas, dan daya sebar. Uji
efektivitas menunjukkan bahwa formula II dengan konsentrasi 10% memberikan
proteksi tertinggi hingga 100%. Sementara itu, formula lain juga tetap berada pada
kategori efektif (> 80%). Hasil uji ANOVA diperoleh nilai (p > 0,05), yang
menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antar formula yang diuji.
Kesimpulan: Minyak atsiri mengandung limonene sebagai senyawa utama dengan
aktivitas repellent. Formula II dengan konsentrasi 10% merupakan formulasi yang
paling optimal. Gel ini berpotensi sebagai alternatif alami yang aman dan ramah
lingkungan. | en_US |