| dc.description.abstract | Perancangan Waterfront Logung dilatarbelakangi oleh potensi Bendungan Logung di Kabupaten Kudus
yang selain berfungsi sebagai penyedia air baku, pengendali banjir, dan irigasi, juga memiliki peluang
besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata. Selama ini, kawasan waduk belum dimanfaatkan
optimal untuk kegiatan rekreasi. Oleh karena itu, perancangan ini mengusung pendekatan Arsitektur Tepi
Air Rekreatif (recreational waterfront) yang menekankan penyediaan ruang publik tepi air dengan
aktivitas rekreasi yang beragam dan langsung terkait dengan potensi perairan waduk.
Aspek rekreasi tepi air yang dihadirkan meliputi: aktivitas kontak langsung dengan air (area keceh,
playground air, glamping dekat tepian), aktivitas menikmati panorama air (restoran darat dengan
orientasi view, foodcourt terbuka, viewing deck), serta aktivitas berbasis perairan (dermaga, speedboat,
dan restoran cruising di atas waduk). Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman
multisensorik bagi pengunjung: bermain, bersantai, menikmati kuliner, sekaligus berinteraksi dengan air
dan lanskap sekitar.
Metode perancangan melibatkan analisis tapak, potensi visual, tata ruang wilayah, dan studi aktivitas
rekreasi. Zonasi dirancang agar tiap fungsi mendapatkan orientasi visual optimal: utara (Tepian air
Waduk Logung dan panorama Gunung Muria), timur (perbukitan Kandangmas), barat (aktivitas
waterfront), dan selatan (landmark Bendungan Logung). Dari sisi ekonomi, restoran darat dan wahana
speedboat menjadi penyumbang pendapatan utama, sementara restoran cruising berfungsi sebagai
ikon pendukung kawasan untuk memperkuat daya tarik wisata.
Secara keseluruhan, Waterfront Logung dirancang sebagai destinasi rekreasi tepi air yang
menyeimbangkan pengalaman wisata, daya tarik visual, serta kontribusi ekonomi bagi masyarakat dan
pariwisata Kabupaten Kudus. | en_US |