Tingkat Pemahaman Mahasiswa Kedokteran dan Non-kedokteran terhadap Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Kampus
Abstract
Latar belakang: Kekerasan seksual dapat terjadi di mana saja, termasuk lembaga
pendidikan tinggi. Upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual telah
dilakukan secara masif dan terdapat peraturan yang menaungi. Diperlukan
penelitian untuk mengetahui implikasi undang-undang serta program pencegahan
dan penanganan kekerasan seksual mendapat sambutan baik dari mahasiswa.
Tujuan: Mengetahui tingkat pemahaman mahasiswa kedokteran dan non-
kedokteran terhadap program PPKS di UII.
Metode: Penelitian kuantitatif deskriptif observasional dengan desain cross-
sectional dilakukan secara daring pada Juli 2025. Sebanyak 207 responden
mahasiswa S1 angkatan 2023 terdiri dari 99 laki-laki dan 108 perempuan, secara
stratified random sampling dari 9 fakultas diambil data pemahamannya melalui
kuesioner terstruktur. Data yang didapatkan dianalisis secara deskriptif.
Hasil: Pemahaman mahasiswa baik dalam pengetahuan umum (mean = 15,93
dari 18), potensi pelaku dalam kampus (mean = 19,33 dari 25) pencegahan dan
penanganan kekerasan seksual (mean = 13,27 dari 15), serta Satgas PPKS (mean
= 20,33 dari 25). Sedangkan pemahaman mahasiswa dalam kategori cukup pada
potensi pelaku di luar kampus (mean = 11,52 dari 15), potensi waktu (mean = 4,80
dari 6), dan literasi peraturan tentang kekerasan seksual (mean = 13,23 dari 18).
Mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) memiliki pemahaman yang lebih baik
daripada mahasiswa non-kedokteran pada potensi pelaku kekerasan seksual di
dalam kampus (mean = 20,26; baik). Namun, pada peraturan terkait kekerasan
seksual, mahasiswa FK memiliki pemahaman yang lebih rendah dibandingkan
dengan mahasiswa fakultas lainnya (mean = 12,52; cukup). Walaupun demikian,
keseluruhan mahasiswa baik FK maupun non-kedokteran memiliki pemahaman
yang cukup pada peraturan terkait kekerasan seksual.
Simpulan: Pemahaman mahasiswa FK dan non-kedokteran setara dalam
pengetahuan umum, pencegahan, dan penanganan kekerasan seksual.
Mahasiswa FK memiliki pemahaman lebih rendah daripada non-kedokteran pada
peraturan terkait kekerasan seksual dan lebih tinggi pada potensi pelaku
kekerasan seksual di dalam kampus.
Collections
- Medical Education [2782]
