Show simple item record

dc.contributor.authorMardase, Farandhita Frisila
dc.date.accessioned2025-11-10T02:01:33Z
dc.date.available2025-11-10T02:01:33Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/58665
dc.description.abstractPertanian di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, memiliki peran penting dalam perekonomian dan ketahanan pangan daerah. Namun, sektor ini menghadapi tantangan serius seperti dampak perubahan iklim dan krisis regenerasi petani yang mengancam keberlanjutan pertanian. Pemerintah mendorong lahirnya petani milenial dan pengembangan pertanian modern berbasis teknologi sebagai langkah strategis untuk mengatasi permasalahan tersebut, sehingga diperlukan fasilitas yang mampu mengembangkan kapasitas petani, khususnya generasi muda, serta mendorong penerapan pertanian modern. Kecamatan Turi, Sleman, memiliki potensi besar untuk pengembangan agrikultur berkelanjutan. Dukungan pemerintah daerah dan keberadaan kelompok petani milenial di kawasan ini memperkuat urgensi pembangunan Pusat Pengembangan dan Pelatihan Agrikultu. Penelitian ini bertujuan merancang fasilitas di Wonokerto, Turi, yang meliputi lahan praktik, ruang edukasi, dan greenhouse sebagai laboratorium pengembangan yang mengintegrasikan konsep agrivoltaics guna mendukung produktivitas pertanian. Arsitektur bioklimatik digunakan sebagai pendekatan perancangan untuk menciptakan bangunan yang adaptif terhadap iklim lokal, hemat energi, dan ramah lingkungan. Penggunaan pencahayaan alami, ventilasi silang,dan penggunaan material yang sesuai, serta integrasi lanskap diterapkan untuk meningkatkan kenyamanan ruang. Hasil desain menunjukkan bahwa bangunan yang dirancang dengan pendekatan arsitektur bioklimatik mampu terintegrasi dengan alam. Hal ini dibuktikan dengan terpenuhinya prinsip-prinsip arsitektur bioklimatik, dan pengujian terhadap penghawaan alami dengan CFD menunjukkan bangunan berhasil menerapkan penghawaan alami di dalam bangunan dengan kecepatan udara yaitu 1.39-2.78 m/s. Pada bangunan area edukasi yang memerlukan cahaya telah memenuhi standar yang dibuktikan melalui pengujian Dialux, serta dilengkapi dengan sistem panel surya on-grid berkapasitas sekitar 300 Wp yang mampu memenuhi sebagian besar kebutuhan listrik harian selama jam penyinaran matahari. Implementasi sistem ini memberikan penghematan konsumsi listrik sebesar 40–60%.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.titlePerancangan Pusat Pengembangan dan Pelatihan Agrikultur di Wonokerto, Turi dengan Pendekatan Arsitektur Bioklimatiken_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21512079


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record