| dc.description.abstract | Pengelolaan limbah ranting yang tidak terolah secara efisien di sektor
rumah tangga dan pertanian kecil menjadi salah satu masalah utama dalam
pengelolaan limbah organik. Limbah ranting yang dihasilkan dari kegiatan
pemangkasan pohon, perawatan taman, dan kegiatan pertanian seringkali tidak
dimanfaatkan dengan optimal, bahkan sebagian besar dibiarkan membusuk atau
dibakar. Mesin pencacah ranting berbasis motor bensin yang biasa digunakan saat
ini dibutuhkan dalam proses pencacahan dengan kapasitas yang besar selain itu,
motor bakar memiliki kelemahan seperti polusi dan biaya operasional tinggi.
Dalam perancangan ini mesin pencacah ranting menggunakan motor elektrik 0,5
HP sebagai alternatif penggeraknya. Untuk mengetahui apakah mesin pencacah
ranting menggunakan motor elektrik dapat digunakan, perlu menghitung
spesifikasi mesin dan batas kapasitas pencacahan yang dapat dicapai oleh motor
elektrik tersebut. Dalam perancangan desain mesin pencacah menggunakan
metode morfologi untuk menentukan desain mana yang lebih tepat untuk skala
rumah tangga, lalu desain dimulai dari pemodelan 3D CAD, serta penyusunan
gambar teknik sebagai acuan manufaktur mesin pencacah ranting. Hasil
menunjukkan bahwa mesin dengan tanpa transmisi dapat mencacah ranting dengan
diameter sebesar 0,92 cm, sehingga dibutuhkan transmisi reduksi untuk
meningkatkan torsi agar dapat mencacah ranting lebih besar hingga diameter 1,58
cm dan memiliki kapasitas produksi 46 kg/jam. Selain itu, telah dirancang model
3D CAD untuk perancangan gambar teknik yang telah dibuat sebanyak 35 gambar
teknik terdiri dari 1 final assembly, 6 sub assembly, dan 28 part yang bisa
digunakan dalam acuan pembuatan mesin pencacah ranting. | en_US |