Pengaruh Paparan Bising Industri Mekanik Pabrik Terhadap Kejadian Tuli Sensorineural pada Pekerja Pabrik: A Scoping Review
Abstract
Latar Belakang: Tuli sensorineural merupakan jenis gangguan pendengaran yang
paling umum terjadi, terutama pada pekerja industri yang terpapar bising secara terus-
menerus. Paparan kebisingan di atas ambang batas aman yaitu 85 dB dapat
menyebabkan kerusakan permanen pada sel-sel rambut koklea dan berdampak pada
penurunan fungsi pendengaran. Oleh karena itu, diperlukan peninjauan literatur terkait
pengaruh paparan bising industri mekanik terhadap kejadian tuli sensorineural pada
pekerja pabrik.
Metode: Penelitian ini merupakan scoping review menggunakan panduan PRISMA-
ScR. Artikel diperoleh melalui basis data PubMed, EBSCOhost, dan Garuda.
Ditemukan 839 artikel, 5 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis lebih lanjut.
Hasil: Paparan bising >85 dB di lingkungan industri mekanik berhubungan dengan
peningkatan kejadian tuli sensorineural. Salah satu studi menunjukkan 85,5% pekerja
mengalami temporary threshold shift setelah satu shift kerja. Gangguan pendengaran
terutama terjadi pada frekuensi tinggi dan dipengaruhi oleh faktor usia, durasi kerja,
penggunaan alat pelindung, serta faktor genetik.
Kesimpulan: Bising industri dengan intensitas >85 dB terbukti menjadi faktor risiko
signifikan terhadap kejadian tuli sensorineural pada pekerja pabrik. Kejadian ini
diperparah oleh kurangnya kesadaran dan penggunaan alat pelindung telinga.
Pemeriksaan audiometri secara berkala dan pengendalian kebisingan di tempat kerja
penting untuk mendeteksi dini serta mencegah gangguan pendengaran permanen.
Collections
- Medical Education [2782]
