| dc.description.abstract | Latar belakang: Indonesia sebagai negara beriklim tropis menerima paparan sinar
matahari yang tinggi, sehingga berisiko menyebabkan kerusakan kulit akibat radiasi
sinar ultraviolet (UV). Radiasi ini dapat menimbulkan efek akut maupun kronis,
seperti kulit terbakar, penuaan dini, dan kanker kulit. Kulit memiliki sistem
perlindungan alami, namun perlindungan tambahan melalui penggunaan tabir surya
tetap diperlukan. Saat ini, pengembangan tabir surya berbasis bahan alam semakin
diminati, salah satunya menggunakan minyak atsiri bunga kenanga (Cananga
odorata L.) yang diketahui memiliki aktivitas fotoprotektif.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi sediaan gel minyak
atsiri bunga kenanga dan aktivitasnya sebagai tabir surya secara in vitro.
Metode: Metode penelitian ini meliputi identifikasi minyak atsiri, pembuatan
sediaan gel dengan optimasi karbopol 940, evaluasi sediaan, dan evaluasi potensi
tabir surya secara in vitro menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Data dianalisis
secara statistik menggunakan uji One-Way ANOVA, Kruskal-Wallis, dan paired T-
Test.
Hasil: Hasil menunjukkan bahwa formula terbaik menggunakan karbopol 940
sebesar 0,5% dan nilai SPF meningkat seiring peningkatan konsentrasi minyak
atsiri. Sediaan gel dengan konsentrasi 3%, 5%, dan 10% memiliki nilai SPF masing-
masing 8,99 ± 0,73; 10,03 ± 0,77; dan 10,51 ± 0,43.
Kesimpulan: Minyak atsiri bunga kenanga berpotensi digunakan sebagai bahan
aktif dalam sediaan tabir surya karena memiliki aktivitas tabir surya secara in vitro. | en_US |