| dc.description.abstract | Perancangan ini bertujuan untuk merancang fasilitas senior living di Klaten dengan pendekatan arsitektur Zen untuk mendukung kesejahteraan psikologis lansia. Lansia mengalami perubahan fisik, kognitif, dan sosio-emosional yang saling memengaruhi kualitas hidup mereka. Di Klaten, lansia cenderung tetap aktif secara sosial, produktif, dan spiritual, sehingga membutuhkan lingkungan tinggal yang tidak hanya aman dan nyaman, tetapi juga mampu mendukung makna hidup di masa tua.
Permasalahan utama dalam perancangan ini adalah bagaimana menciptakan hunian lansia yang dapat merespons perubahan kondisi mereka secara menyeluruh, baik fisik maupun psikologis. Pendekatan arsitektur Zen dipilih karena menawarkan prinsip kesederhanaan, keseimbangan, dan keterhubungan dengan alam-nilai-nilai yang sejalan dengan kebutuhan batin lansia dalam menjalani hari-hari reflektif di akhir kehidupannya.
Metode perancangan dilakukan melalui studi literatur, observasi lapangan, wawancara, serta analisis terhadap tipologi pengguna dan bangunan. Kajian dilakukan secara mendalam terhadap karakter lansia Klaten, sistem pelayanan senior living, dan penerapan prinsip Zen dalam arsitektur. Hasil perancangan menunjukkan bahwa integrasi ruang sosial, area kontemplatif, lanskap alami, serta pengelompokan zona berdasarkan fungsi kegiatan dapat membentuk lingkungan yang adaptif terhadap perubahan lansia, sekaligus mendukung pencapaian kesejahteraan psikologis. | en_US |