Show simple item record

dc.contributor.authorFadlillah, Rajib Maulana
dc.date.accessioned2025-11-06T03:45:48Z
dc.date.available2025-11-06T03:45:48Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/58622
dc.description.abstractBudaya Sunda merupakan warisan tak ternilai yang sarat akan nilai-nilai filosofi, seni, bahasa, dan kearifan lokal. Namun, di tengah arus globalisasi dan modernisasi yang kian pesat, budaya Sunda menghadapi tantangan serius berupa dislokasi, dekadensi nilai, dan keterpinggiran dalam kehidupan masyarakat urban. Hal ini ditandai dengan rendahnya angka Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) Jawa Barat yang secara konsisten berada di bawah rata-rata nasional. Kurangnya ruang ekspresi, edukasi, dan pelestarian budaya menjadi salah satu penyebab utama dari fenomena tersebut. Sebagai respon atas kondisi tersebut, dirancanglah sebuah Pusat Budaya Sunda di kawasan Cekungan Bandung, khususnya di Gedebage, yang diproyeksikan menjadi kawasan strategis budaya dan pariwisata. Pusat budaya ini dirancang untuk menjadi ruang interaktif yang adaptif, yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelestarian budaya, tetapi juga sebagai ruang pertunjukan, edukasi, serta interkasi komunitas. Pendekatan arsitektur tradisionalisme dipilih sebagai dasar perancangan untuk menjaga kesinambungan nilai-nilai lokal dalam bentuk dan fungsi bangunan. Pendekatan ini tidak hanya meniru bentuk lama, melainkan menghidupkan kembali semangat, simbolisme, dan struktur ruang tradisional masyarakat Sunda seperti penggunaan elemen imah panggung, atap julang ngapak, dan ruang terbuka komunal seperti pendopo. Dengan menggunakan material lokal dan teknik konstruksi tradisional yang ramah lingkungan, pendekatan ini selaras dengan prinsip keberlanjutan sekaligus memperkuat identitas arsitektur lokal. Harapannya, perancangan ini dapat menjadi solusi strategis untuk meningkatkan IPK Jawa Barat melalui revitalisasi budaya, mendorong keterlibatan masyarakat dalam pelestarian tradisi, serta menciptakan ekosistem budaya yang tangguh dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional. Pusat budaya ini diharapkan menjadi simbol perlawanan terhadap kepunahan tradisi, dan menjadi ruang yang hidup bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan mengembangkan budaya Sunda secara kontekstual dan inovatif.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectBudaya Sundaen_US
dc.subjectPusat Budayaen_US
dc.subjectPendekatan Tradisionalismeen_US
dc.titlePerancangan Pusat Budaya dengan Pendekatan Arsitektur Tradisionalisme di Kawasan Cekungan Bandung, Jawa Baraten_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21512163


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record