| dc.description.abstract | Budaya Sunda merupakan warisan tak ternilai yang sarat akan nilai-nilai
filosofi, seni, bahasa, dan kearifan lokal. Namun, di tengah arus globalisasi
dan modernisasi yang kian pesat, budaya Sunda menghadapi tantangan
serius berupa dislokasi, dekadensi nilai, dan keterpinggiran dalam
kehidupan masyarakat urban. Hal ini ditandai dengan rendahnya angka
Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) Jawa Barat yang secara
konsisten berada di bawah rata-rata nasional. Kurangnya ruang ekspresi,
edukasi, dan pelestarian budaya menjadi salah satu penyebab utama
dari fenomena tersebut.
Sebagai respon atas kondisi tersebut, dirancanglah sebuah Pusat Budaya
Sunda di kawasan Cekungan Bandung, khususnya di Gedebage, yang
diproyeksikan menjadi kawasan strategis budaya dan pariwisata. Pusat
budaya ini dirancang untuk menjadi ruang interaktif yang adaptif, yang
tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelestarian budaya, tetapi juga
sebagai ruang pertunjukan, edukasi, serta interkasi komunitas.
Pendekatan arsitektur tradisionalisme dipilih sebagai dasar perancangan
untuk menjaga kesinambungan nilai-nilai lokal dalam bentuk dan fungsi
bangunan. Pendekatan ini tidak hanya meniru bentuk lama, melainkan
menghidupkan kembali semangat, simbolisme, dan struktur ruang
tradisional masyarakat Sunda seperti penggunaan elemen imah
panggung, atap julang ngapak, dan ruang terbuka komunal seperti
pendopo. Dengan menggunakan material lokal dan teknik konstruksi
tradisional yang ramah lingkungan, pendekatan ini selaras dengan prinsip
keberlanjutan sekaligus memperkuat identitas arsitektur lokal.
Harapannya, perancangan ini dapat menjadi solusi strategis untuk
meningkatkan IPK Jawa Barat melalui revitalisasi budaya, mendorong
keterlibatan masyarakat dalam pelestarian tradisi, serta menciptakan
ekosistem budaya yang tangguh dan berdaya saing di tingkat nasional
maupun internasional. Pusat budaya ini diharapkan menjadi simbol
perlawanan terhadap kepunahan tradisi, dan menjadi ruang yang hidup
bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan mengembangkan
budaya Sunda secara kontekstual dan inovatif. | en_US |