• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • International Relations
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • International Relations
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Kekerasan Terhadap Perempuan Mesir pada Masa Pemerintahan Presiden Abdul Fattah El Sisi

    Thumbnail
    View/Open
    21323116.pdf (1.404Mb)
    Date
    2025
    Author
    Pinardi, Rifdah Halimah
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Kekerasan terhadap perempuan di Mesir masih menjadi persoalan serius meskipun telah meratifikasi Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Against Women (CEDAW). Sejak pemerintahan dari Presiden Abdul Fattah El-Sisi mengambil alih kepemimpinan di Mesir pada tahun 2014 hingga tahun 2024, kekerasan berbasis gender terhadap perempuan Mesir tidak mengalami perubahan yang signifikan. Penelitian ini menganalisis kekerasan terhadap para perempuan Mesir di bawah kepemimpinan Presiden El-Sisi dilakukan melalui teori segitiga kekerasan oleh Johan Galtung, kekerasan terhadap perempuan Mesir dibagi menjadi 3 jenis, kekerasan kultural, kekerasan struktural, dan kekerasan langsung. Berdasarkan kerangka tersebut, penelitian ini berargumen kekerasan terhadap perempuan Mesir berakar dari kekerasan kultural berbentuk miskonsepsi hukum syariah islam yang diperkuat oleh otoritarianisme pada rezim El-sisi serta penggunaan bahasa yang bias gender. Penelitian ini kemudian menemukan bahwa buruknya implementasi hukum perlindungan perempuan serta pengekangan melalui norma kehormatan yang mengakar dalam standar moralitas perempuan, menjadi bentuk dari kekerasan struktural terhadap perempuan Mesir. Sementara itu, maraknya praktik kekerasan fisik terhadap perempuan seperti pembunuhan demi kehormatan, female genital mutilation, dan kriminalisasi aktivis perempuan menjadi bentuk dari kekerasan langsung yang terjadi pada masa pemerintahan Presiden El-sisi. Sejalan dengan teori segitiga kekerasan, dapat disimpulkan bahwa ketiga jenis kekerasan yang terjadi saling berkesinambungan dan saling memperkuat antara satu dengan yang lain.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/58591
    Collections
    • International Relations [914]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV