• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Perancangan Pusat Ekowisata Mangrove Dengan Pendekatan Arsitektur Ekologi di Pangkal Babu, Kuala Tungkal, Jambi

    Thumbnail
    View/Open
    21512032.pdf (17.96Mb)
    Date
    2025
    Author
    Listiani, Lysa
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Kuala Tungkal berada di Kabupaten Tanjung Jabung Barat di Provinsi Jambi, dengan luas wilayah ± 5.503,5 Km, dan ± 200 hektar merupakan Hutan Mangrove yang terletak di Pangkal Babu. Kuala Tungkal memiliki sekitar 6 objek wisata, Ekowisata Mangrove Pangkab Babu sebagai salah satu objek wisata unggulan, berfungsi tidak hanya sebagai tempat rekreasi tetapi juga sebagai tempat konservasi mangrove. Namun, fasilitas dan bangunan di ekowisata ini belum sepenuhnya memenuhi sesuai rencana pariwisata pemerintah. Perancangan ini bertujuan untuk merancang ulang fasilitas ekowisata di Pangkal Babu dengan mempertimbangkan kelestarian ekosistem mangrove dan pesisir mangrove. Pendekatan arsitektur ekologi diusulkan sebagai solusi, yang menekankan interaksi harmonis antara manusia dan alam, penggunaan energi efisien, serta pemanfaatan sumber daya alam. Melalui penerapan konsep ini, diharapkan perancangan ulang ekowisata mangrove dapat memenuhi fungsi rekreasi, edukasi dan konservasi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kelangsungan ekosistem di sekitarnya, sejalan dengan upaya pemerintah untuk menciptakan pusat ekowisata mangrove. Hasil desain menunjukkan bahwa bangunan yang dirancang dengan pendekatan ekologi mampu terintegrasi secara maksimal dengan alam. Hal ini dibuktikan dengan terpenuhinya kebutuhan massa bangunan berdasarkan hasil analisis suntool dan tidak merusak ekosistem mangrove dengan mengisi dibagian yang kosong. Menggunakan kembali material pembongkaran bangunan eksisting serta pengujian terhadap penghawaan alaimi dengan CFD menunjukan bangunan berhasil memanfaatkan penghawaan alami didalam bangunan dengan kecepatan udara sesuai standar yaitu 0,1-1,5 m/s. Bangunan juga berhasil memasukkan pencahayaan alami yang sesuai standar pada rata-rata 60% dari area dalam bangunan, hal ini dibuktikan melalui pengujian Dialux.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/58586
    Collections
    • Architecture [3971]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV