Hubungan Khusnudzon terhadap Resiliensi pada Pasien Gagal Ginjal Kronik
Abstract
Penyakit gagal ginjal kronik (GGK) merupakan kondisi kesehatan yang bersifat
terminal dan menuntut pasien untuk menjalani terapi hemodialisis seumur hidup,
yang berdampak signifikan terhadap kualitas hidup dan kondisi psikologis pasien.
Salah satu faktor psikologis yang penting dalam menghadapi penyakit kronik
adalah resiliensi, yakni kemampuan individu untuk beradaptasi dan bangkit dari
tekanan. Dalam konteks masyarakat Indonesia yang religius, khusnudzon atau sikap
berprasangka baik terhadap Tuhan dan sesama diyakini dapat menjadi mekanisme
koping spiritual yang mendukung pembentukan resiliensi. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui hubungan antara sikap khusnudzon dengan tingkat resiliensi pada
pasien GGK. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan
204 partisipan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang
digunakan adalah skala resiliensi dan skala khusnudzon. Analisis data
menggunakan korelasi Spearman’s rho menunjukkan adanya hubungan positif yang
signifikan antara khusnudzon dan resiliensi (r = 0,305, p < 0,001), dengan
kontribusi sebesar 5,37% terhadap varians resiliensi. Aspek "berprasangka baik
kepada Allah SWT" memiliki korelasi lebih kuat dibandingkan aspek
"berprasangka baik kepada sesama manusia". Temuan ini menunjukkan bahwa
khusnudzon berperan sebagai faktor pelindung psikologis dalam menghadapi
tekanan penyakit kronik. Penelitian ini merekomendasikan intervensi psikologis
berbasis spiritualitas untuk memperkuat resiliensi pada pasien GGK.
Collections
- Psychology [243]
