Hubungan Status Gizi terhadap Lama Rawat Inap Pasien Pneumonia Balita di Rumah Sakit JIH Yogyakarta Tahun 2022-2024
Abstract
Latar Belakang: Pneumonia merupakan penyebab utama morbiditas dan
mortalitas pada balita, terutama di negara berkembang seperti Indonesia.
Meskipun menjadi penyebab kejadian dan kematian penyakit yang signifikan,
penyakit ini sering kali salah didiagnosis, diobati, hingga diremehkan. Status gizi
diduga memengaruhi lama rawat inap pasien pneumonia, namun temuan
penelitian masih bervariasi.
Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara status gizi dengan lama rawat
inap balita penderita pneumonia di Rumah Sakit JIH Yogyakarta tahun 2022-2024.
Metode: Penelitian ini menggunakan studi observasional analitik dengan desain
cross-sectional memakai data sekunder dari rekam medis 518 balita yang terpilih
secara purposive sampling. Analisis statistik dilakukan secara univariat dan
bivariat.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki
(56,4%), berusia 24-59 bulan (73,7%), status kesehatan terakhir
sembuh/perbaikan (99,6%), dan status kepulangan dipulangkan setelah
menyelesaikan periode perawatan (99,6%). Sebagian besar memiliki status gizi
baik berdasarkan indeks BB/U (88,4%), TB/U (93,6%), dan BB/TB (86,3%). Rata-
rata lama rawat inap adalah 4,26 hari (median: 4 hari), dengan 89,8% pasien
dirawat ≤5 hari. Analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan signifikan
antara ketiga indeks status gizi—BB/U (p=0,399; OR 1,412; CI 0,631-3,160), TB/U
(p=0,133, OR 2,071; 0,814-5,272), BB/TB (p=0,594; OR 0,786; CI 0,323-1,912)—
dengan lama rawat inap (p > 0,05).
Simpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan antara status gizi dengan lama
rawat inap penderita pneumonia di Rumah Sakit JIH Yogyakarta periode 2022-
2024. Disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan mengontrol
variabel perancu.
Collections
- Medical Education [2860]
