Perancangan Cultural Epicentrum dengan Pendekatan Rekreatif dan Edukatif di Kawasan Wisata Danau Dendam Tak Sudah Kota Bengkulu
Abstract
Provinsi Bengkulu, yang berada di sisi barat Pulau Sumatra, merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki
kekayaan alam, sejarah, dan budaya yang melimpah. Salah satu destinasi alam yang paling dikenal di daerah ini
adalah Danau Dendam Tak Sudah, yang terletak di Kelurahan Dusun Besar, Kecamatan Singaran Pati, Kota
Bengkulu. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah kawasan wisata atau Cultural Epicentrum yang dapat
mengintegrasikan fungsi rekreatif dan edukatif di kawasan Danau Dendam Tak Sudah.
Perancangan ini dilatarbelakangi oleh minimnya ruang atau fasilitas yang mendukung pengembangan seni khas
Bengkulu. Dengan strategi ini, diharapkan Danau Dendam Tak Sudah dapat berkembang menjadi destinasi unggulan
yang kompetitif, berkelanjutan, dan tetap mempertahankan karakter budaya lokal. Konsep desain yang digunakan
mengadopsi pendekatan edukatif dan rekreatif, yaitu dengan menggabungkan unsur pembelajaran dan hiburan. Hal
ini memungkinkan pengunjung untuk memperoleh pengalaman yang menyenangkan sekaligus menambah wawasan
tentang budaya, sejarah, dan keunikan alam sekitar. Perancangan dilakukan dengan memperhatikan variabel serta
tolak ukur yang sesuai.
Cultural Epicentrum yang dirancang ini mencakup enam fungsi utama: Galeri Budaya, Ruang Pertunjukan, Amfiteater
Terbuka, Pusat Edukasi berupa Workshop Batik Khas Bengkulu, Ruang Terbuka Hijau (yang mencakup jalur jogging,
area bersepeda, dan taman tematik), serta Area Kuliner yang menyajikan makanan khas daerah (UMKM). Selain itu,
tersedia pula fasilitas pendukung wisata seperti toilet umum, musala, pusat informasi, dan sarana yang ramah bagi
penyandang disabilitas.
Collections
- Architecture [4119]
