Sistem Peringatan Dini Bencana Banjir Untuk Tunanetra atau Tunarungu
Abstract
Tugas akhir ini mengusulkan dan merancang sistem Early Warning System (EWS) bencana
banjir berbasis Internet of Things (IoT) yang ditujukan secara khusus untuk penyandang disabilitas
tunanetra dan tunarungu. Sistem ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dan keselamatan
bagi kelompok rentan dalam menghadapi bencana banjir yang kerap terjadi di Indonesia,
khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). EWS yang dirancang dilengkapi sensor ultrasonik
untuk memantau ketinggian air dan sensor hujan untuk mendeteksi curah hujan. Sistem ini
mengirimkan peringatan dalam bentuk suara (untuk tunanetra), visual seperti LED dan LCD
(untuk tunarungu), serta notifikasi ke aplikasi Android bernama Blynk. Sistem ini didukung
dengan tenaga surya untuk area pemantauan dan listrik PLN untuk perangkat di rumah pengguna.
Perancangan sistem ini dilakukan dengan pendekatan Design Thinking, mulai dari observasi
lapangan di BPBD DIY, wawancara dengan pihak terkait, hingga pembuatan dan pengujian
prototipe. Terdapat dua solusi sistem yang dibandingkan dan diuji berdasarkan efektivitas deteksi,
efisiensi energi, kecepatan pengiriman data, dan aksesibilitas untuk pengguna disabilitas. Hasil
dari pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu memberikan peringatan dengan respons waktu
kurang dari 11 detik, memiliki desain yang tahan terhadap kondisi cuaca ekstrem, dan mampu
diakses oleh pengguna dengan keterbatasan penglihatan maupun pendengaran. Penggunaan sensor
dan modul IoT menjadikan sistem ini murah, efisien, portabel, dan mudah direalisasikan di lokasi-
lokasi rawan bencana. Dengan inovasi ini, diharapkan masyarakat yang menyandang disabilitas
dapat lebih siap dan responsif terhadap potensi bencana banjir. Sistem ini juga membuka peluang
untuk dikembangkan lebih lanjut dalam menghadapi berbagai jenis bencana lainnya secara inklusif
dan berkelanjutan.
Collections
- Electric Engineering [890]
