Hubungan Antara Tawakal dan Resiliensi pada Mahasiswa Muslim
Abstract
Menjadi mahasiswa merupakan fase kehidupan yang rentan terhadap berbagai
tekanan akademik, sosial, dan emosional. Diperlukan resiliensi yang baik agar
mahasiswa mampu menghadapi dan bangkit dari berbagai situasi sulit. Salah satu
faktor yang berperan dalam membentuk resiliensi adalah tawakal. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tawakal dan resiliensi pada
mahasiswa muslim. Hipotesis yang diajukan adalah tawakal akan berhubungan
positif dengan resiliensi mahasiswa muslim. Partisipan penelitian berjumlah 173
yang terdiri 91 laki-laki dan 82 perempuan, seluruhnya merupakan mahasiswa
muslim suatu perguruan tinggi Islam di Yogyakarta dengan rentang usia 18–24
tahun. Instrumen yang digunakan adalah skala Tawakal dan skala Resiliensi. Hasil
uji korelasi Spearman menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,522 dengan
nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,01). Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat
hubungan positif yang signifikan antara tawakal dan resiliensi pada mahasiswa
muslim. Semakin tinggi sikap tawakal, semakin tinggi pula tingkat resiliensinya.
Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan program
bimbingan berbasis nilai spiritual bagi mahasiswa muslim.
Collections
- Psychology [243]
