• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Hubungan Status Gizi Ibu dan Perilaku Merokok Keluarga dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini: Analisis Data SKI 2023

    Thumbnail
    View/Open
    20231052.pdf (2.075Mb)
    Date
    2025
    Author
    Anggraheni, Ulung Titi Panemu
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar Belakang: Ketuban Pecah Dini (KPD) merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang dapat meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas ibu serta bayi. Status gizi yang tidak seimbang, baik berupa obesitas maupun gizi buruk, dapat memengaruhi integritas jaringan membran ketuban. Sementara itu, paparan asap rokok dapat memicu stres oksidatif dan inflamasi yang mempercepat kerusakan membran amnion. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi ibu dan perilaku merokok keluarga dengan kejadian KPD berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif potong lintang menggunakan data sekunder dari SKI tahun 2023 yang mencakup 44.874 responden ibu. Analisis data dilakukan menggunakan IBM SPSS Statistik 25 dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil: Dari 44.874 sampel, ditemukan 1416 kasus KPD. Ibu dengan obesitas menjadi faktor risiko independen terhadap KPD (aOR = 1,251; p = 0,000). Riwayat merokok keluarga tidak menunjukkan hubungan signifikan, baik pada analisis bivariat maupun multivariat (p = 0,594). Selain itu, faktor-faktor lain yang juga berhubungan signifikan dengan KPD antara lain riwayat abortus (p = 0,006), paritas primigravida (p = 0,000), diabetes melitus (p = 0,002), serta tempat tinggal di wilayah perkotaan (p = 0,000). Sementara itu, variabel seperti pendidikan, usia, jumlah ANC, konsumsi tablet tambah darah, status pekerjaan, dan hipertensi tidak berhubungan signifikan dengan KPD. Simpulan: Obesitas dan diabetes melitus merupakan faktor risiko independen terhadap kejadian KPD, sementara perilaku merokok dalam keluarga tidak terbukti signifikan. Temuan ini menekankan pentingnya pemantauan status gizi dan penyakit penyerta selama kehamilan dalam upaya pencegahan KPD.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/58544
    Collections
    • Medical Education [2860]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV