Strategi Diplomasi Sains Tiongkok di Indonesia Melalui Vaksin Covid-19 Tahun 2020-2025
Abstract
Penelitian ini mengkaji strategi diplomasi sains yang diimplementasikan oleh
Tiongkok di Indonesia melalui kerja sama vaksin COVID-19 selama periode 2020-
2023. Di tengah krisis kesehatan global, kerja sama vaksin bukan hanya merupakan
respons kemanusiaan, melainkan sebuah instrumen kebijakan luar negeri yang
terencana. Menggunakan kerangka konseptual diplomasi sains yang dibagi menjadi
tiga pilar—Science in Diplomacy, Diplomacy for Science, dan Science for
Diplomacy—penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka ini menganalisis
bagaimana Tiongkok memanfaatkan keunggulan teknologi vaksinnya untuk
mencapai tujuan strategis di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1)
Sains dalam Diplomasi: Vaksin COVID-19 digunakan sebagai alat diplomasi
utama untuk membuka kerja sama strategis dengan Indonesia yang sangat
membutuhkannya. (2) Diplomasi untuk Sains: Aktor-aktor diplomatik dari kedua
negara secara aktif memfasilitasi kolaborasi ilmiah, mulai dari inisiasi oleh KBRI
Beijing, kunjungan tingkat menteri, hingga finalisasi perjanjian uji klinis dan
transfer teknologi. (3) Sains untuk Diplomasi: Kerja sama vaksin terbukti berhasil
menjadi "jembatan" yang tidak hanya memperbaiki citra Tiongkok, tetapi juga
mengakselerasi dan memperdalam hubungan bilateral. Dampaknya terlihat pada
peningkatan signifikan investasi Tiongkok, perluasan kerja sama ke sektor
kesehatan yang lebih luas, dan penguatan Kemitraan Strategis Komprehensif
melalui sinergi antara visi Poros Maritim Dunia dengan Belt and Road Initiative
(BRI). Penelitian ini menyimpulkan bahwa diplomasi vaksin menjadi katalisator
yang efektif bagi Tiongkok untuk mengamankan kepentingan geopolitik dan
ekonominya, sementara bagi Indonesia, kerja sama ini menjadi solusi krusial dalam
penanganan pandemi yang membuka peluang kemandirian industri kesehatan di
masa depan.
Collections
- International Relations [914]
