Identifikasi Dan Pengendalian Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Proses Sawmill menggunakan Metode HIRARC dan FMEA (Studi Kasus: PT. Karya Mina Putra)
Abstract
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam industri manufaktur
guna menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif. PT. Karya Mina Putra,
perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan hasil laut dan kayu, mencatat adanya insiden
kecelakaan kerja pada proses sawmill selama dua tahun terakhir (2023–2024), dengan total 13
kejadian. Proses sawmill seperti pemotongan, pengoperasian mesin, dan molding menjadi titik
kritis penyebab kecelakaan kerja akibat penggunaan alat berat serta kepatuhan terhadap
prosedur kerja yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengendalikan
potensi bahaya serta menentukan prioritas risiko dengan menerapkan metode HIRARC
(Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control) dan FMEA (Failure Mode and
Effect Analysis). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat beberapa aktivitas kerja yang
memiliki tingkat risiko tinggi hingga ekstrem, khususnya pada proses pengoperasian mesin dan
pemotongan kayu. Dari hasil perhitungan RPN, diperoleh beberapa risiko dengan prioritas
tinggi yang memerlukan tindakan pengendalian segera. Penelitian ini menghasilkan usulan
strategi pengendalian pengendalian teknis, administratif, dan penggunaan alat pelindung diri
(APD). Kemudian berdasarkan pengendalian pokayoke usulan perbaikan yang dapat
direkomendasikan antara lain yang pertama yaitu “Interlock servis”, “Lock Out Tag Out
(LOTO)”, “Visual Ais”, “APD compliance sensor system, dan “Know-How Prosedure”.
Diharapkan penerapan metode ini dapat mengurangi tingkat kecelakaan kerja secara signifikan
dan mendukung tercapainya target zero accident di lingkungan kerja sawmill PT. Karya Mina
Putra.
Collections
- Industrial Engineering [2835]
