| dc.description.abstract | Latar belakang: Program Rujuk Balik (PRB), BPJS Kesehatan menjamin
ketersediaan obat untuk pasien penyakit kronis stabil. Namun, pelaksanaan
peresepan dan pelayanan pasien PRB di Indonesia belum sepenuhnya memenuhi
standar WHO.
Tujuan: Mengevaluasi peresepan dan pelayanan obat pada pasien PRB
berdasarkan indikator WHO di Klinik Pratama Athar Riyanto Lampung Tengah
serta mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan pasien dengan
karakteristik responden.
Metode: Penelitian ini bersifat cross-sectional dengan teknik accidental sampling.
Data diperoleh melalui observasi dan wawancara, kemudian dianalisis
menggunakan indikator WHO dan uji chi-square.
Hasil : Rata-rata item obat per resep sebesar 2,07; obat generik 85,99%; antibiotik
0%; injeksi 4,83% dan 100% sesuai formularium. Waktu penyerahan obat rata-
rata 188,43 ± 140,81 detik; 92,27% obat terlayani; 0% etiket memadai dan 67,00
± 0,45% responden memiliki pengetahuan baik. Terdapat hubungan signifikan
antara usia dengan tingkat pengetahuan (p=0,001), namun tidak dengan variabel
lain.
Kesimpulan : Indikator peresepan yang sesuai standar WHO mencakup jumlah
obat per resep, antibiotik, injeksi, dan formularium. Dari indikator pelayanan,
hanya waktu penyerahan obat yang memenuhi standar. Usia berhubungan
signifikan dengan tingkat pengetahuan pasien. | en_US |