• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Electric Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Electric Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Perancangan Arsitektur Sistem Informasi Kesehatan Terintegrasi Berbasis Internet of Things untuk Pemantauan Kesehatan Harian

    Thumbnail
    View/Open
    21524003.pdf (3.327Mb)
    Date
    2025
    Author
    Gufron, Falah Musyaffa
    Ardiwinata, Farhan
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Tugas Akhir ini membahas permasalahan utama dalam bidang kesehatan, khususnya pemantauan kondisi jantung, di mana angka penyakit kardiovaskular di Indonesia masih tinggi sementara ketersediaan perangkat pemantauan real-time yang akurat, terjangkau, dan terintegrasi dengan layanan kesehatan masih terbatas. Untuk menjawab permasalahan tersebut, dirancang sebuah solusi sistem pemantauan kesehatan harian berbasis Internet of Things bernama LifeSync, yang memanfaatkan mikrokontroler ESP32, sensor detak jantung MAX30102, serta modul komunikasi internet. Sistem ini terhubung ke server lokal dan menampilkan data pasien secara real-time melalui antarmuka web yang dilengkapi fitur manajemen pengguna, otorisasi peran, serta dashboard pemantauan. Pengukuran performa dilakukan untuk menilai kehandalan transmisi data, akurasi sensor detak jantung, konsumsi daya, serta pengalaman penggunaan. Pengujian melibatkan perbandingan dengan perangkat Garmin FR165 sebagai acuan, dengan skenario penggunaan beragam untuk memastikan hasil representatif. Hasilnya menunjukkan bahwa sistem LifeSync mampu melakukan pengiriman data secara real-time dengan 0% packet loss, akurasi pengukuran detak jantung dengan deviasi ±5–7 bpm dibandingkan perangkat acuan, serta durasi operasional mencapai puluhan jam menggunakan baterai berkapasitas 10.000 mAh. Dimensi perangkat realisasi adalah 10×6×2 cm dengan berat sekitar 50 gram, menjadikannya cukup praktis digunakan sebagai perangkat wearable. Dibandingkan dengan sistem konvensional yang hanya mengandalkan pencatatan manual atau perangkat pemantauan rumah sakit yang mahal dan sulit diakses, solusi LifeSync lebih unggul karena menyajikan data real-time yang dapat dipantau langsung oleh tenaga medis, memiliki arsitektur yang mendukung multi-pengguna, serta dirancang agar dapat diintegrasikan dengan infrastruktur rekam medis elektronik di Indonesia. Kelebihan lain LifeSync terletak pada kemudahan penggunaan, fleksibilitas arsitektur, serta potensi pengembangan untuk menambah parameter vital lain seperti saturasi oksigen, suhu tubuh, dan laju pernapasan. Secara keseluruhan, hasil rancangan LifeSync telah sesuai dengan kebutuhan dan spesifikasi yang ditetapkan. Meskipun masih terdapat keterbatasan dalam akurasi sensor yang perlu ditingkatkan, sistem ini terbukti menjadi solusi yang efektif, praktis, dan terjangkau dalam mendukung pemantauan kesehatan harian, serta berpotensi mengurangi beban tenaga medis sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan di masyarakat.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/58481
    Collections
    • Electric Engineering [890]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV