Perancangan Arsitektur Sistem Informasi Kesehatan Terintegrasi Berbasis Internet of Things untuk Pemantauan Kesehatan Harian
Abstract
Tugas Akhir ini membahas permasalahan utama dalam bidang kesehatan, khususnya
pemantauan kondisi jantung, di mana angka penyakit kardiovaskular di Indonesia masih tinggi
sementara ketersediaan perangkat pemantauan real-time yang akurat, terjangkau, dan
terintegrasi dengan layanan kesehatan masih terbatas. Untuk menjawab permasalahan tersebut,
dirancang sebuah solusi sistem pemantauan kesehatan harian berbasis Internet of Things
bernama LifeSync, yang memanfaatkan mikrokontroler ESP32, sensor detak jantung
MAX30102, serta modul komunikasi internet. Sistem ini terhubung ke server lokal dan
menampilkan data pasien secara real-time melalui antarmuka web yang dilengkapi fitur
manajemen pengguna, otorisasi peran, serta dashboard pemantauan.
Pengukuran performa dilakukan untuk menilai kehandalan transmisi data, akurasi
sensor detak jantung, konsumsi daya, serta pengalaman penggunaan. Pengujian melibatkan
perbandingan dengan perangkat Garmin FR165 sebagai acuan, dengan skenario penggunaan
beragam untuk memastikan hasil representatif. Hasilnya menunjukkan bahwa sistem LifeSync
mampu melakukan pengiriman data secara real-time dengan 0% packet loss, akurasi
pengukuran detak jantung dengan deviasi ±5–7 bpm dibandingkan perangkat acuan, serta
durasi operasional mencapai puluhan jam menggunakan baterai berkapasitas 10.000 mAh.
Dimensi perangkat realisasi adalah 10×6×2 cm dengan berat sekitar 50 gram, menjadikannya
cukup praktis digunakan sebagai perangkat wearable.
Dibandingkan dengan sistem konvensional yang hanya mengandalkan pencatatan
manual atau perangkat pemantauan rumah sakit yang mahal dan sulit diakses, solusi LifeSync
lebih unggul karena menyajikan data real-time yang dapat dipantau langsung oleh tenaga
medis, memiliki arsitektur yang mendukung multi-pengguna, serta dirancang agar dapat
diintegrasikan dengan infrastruktur rekam medis elektronik di Indonesia. Kelebihan lain
LifeSync terletak pada kemudahan penggunaan, fleksibilitas arsitektur, serta potensi
pengembangan untuk menambah parameter vital lain seperti saturasi oksigen, suhu tubuh, dan
laju pernapasan.
Secara keseluruhan, hasil rancangan LifeSync telah sesuai dengan kebutuhan dan
spesifikasi yang ditetapkan. Meskipun masih terdapat keterbatasan dalam akurasi sensor yang
perlu ditingkatkan, sistem ini terbukti menjadi solusi yang efektif, praktis, dan terjangkau
dalam mendukung pemantauan kesehatan harian, serta berpotensi mengurangi beban tenaga
medis sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan di masyarakat.
Collections
- Electric Engineering [890]
