Fraksinasi Ekstrak Metanol Daun Jambu Biji (Psidium Guajava L.) menggunakan Etil Asetat dan Uji Aktivitasnya Sebagai Antimalaria
Abstract
Penelitian ini secara sistematis mengevaluasi potensi fraksi etil asetat dari ekstrak
metanol daun jambu biji (Psidium guajava L.), diikuti fraksinasi menggunakan etil
asetat sebagai agen antimalaria melalui pendekatan fitokimia, instrumental, in vitro,
dan in silico. Hasil penapisan fitokimia menunjukkan fraksi ini positif kuat
mengandung flavonoid, fenolik, tanin, dan saponin, senyawa yang diketahui
berkontribusi terhadap aktivitas antimalaria. Analisis LC-MS/MS mengidentifikasi
lima senyawa dominan, dengan quercetin dan quercetin-3-O-α-L-
arabinopyranoside sebagai komponen utama. Keduanya memiliki afinitas tinggi
terhadap enzim target Plasmodium. Uji penghambatan polimerisasi hem (Hematin
Polymerization Inhibitory Assay) menghasilkan nilai IC50 sebesar 4,49 mg/mL,
lebih rendah dibandingkan kontrol positif klorokuin (6,09 mg/mL), menandakan
aktivitas sangat kuat. Uji antiplasmodial in vitro terhadap Plasmodium falciparum
menunjukkan nilai IC50 sebesar 34,48 μg/mL yang termasuk dalam kategori
aktivitas sedang. Simulasi molecular docking menunjukkan quercetin dan
turunannya memiliki energi ikatan yang lebih baik daripada klorokuin terhadap
protein target penting Plasmodium (1J3I dan 4CBU), mencerminkan interaksi yang
kuat dan selektif. Secara keseluruhan, fraksi etil asetat dari daun Psidium guajava
L. menunjukkan potensi menjanjikan sebagai kandidat antimalaria berbasis bahan
alam.
Collections
- Chemistry [751]
