Show simple item record

dc.contributor.authorMuthi’ah, Niswah
dc.date.accessioned2025-10-29T03:17:06Z
dc.date.available2025-10-29T03:17:06Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/58476
dc.description.abstractLatar Belakang: Penyakit jantung bawaan (PJB) merupakan salah satu kelainan kongenital yang paling sering terjadi di dunia, termasuk di Indonesia, dengan penyebab multifaktorial yang melibatkan faktor genetik, lingkungan, dan maternal. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor- faktor sosiodemografi terhadap kejadian PJB pada balita di Indonesia. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif potong lintang menggunakan data sekunder dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 yang mencakup 63.855 kelahiran hidup. Data dianalisis secara deskriptif, bivariat, dan multivariat Analisis bivairat dilakukan dengan uji Chi square dan Fisher exact, sedangkan analisis multivariat menggunakan reresi logistik biner. Seluruh analisis dilakukan menggunakan IBM SPSS Statistik 25 dengan tingkat signifikansi p < 0,25 untuk analisis bivariat an p < 0,05 untuk analisis multivariat. Hasil: Dari 63.855 kelahiran hidup, ditemukan 234 kasus PJB. Analisis bivariat menunjukkan bahwa riwayat abortus (OR = 1,421; 95% CI = 1,041-1,933; p = 0,026), kehamilan multipel (OR = 2,821; 95% CI = 1,249-6,371; p = 0,023), anemia ibu (OR = 2,421; 95% CI = 1,231-4,573; p = 0.005), penyakit jantung ibu (OR = 10,498; 95 %CI = 1,419-77,721; p = 0,094), dan kepemilikan jaminan kesehatan (OR = 1,337; 95% CI = 1,019-1,754; p = 0,035) berhubungan secara signifikan dengan kejadian PJB. Analisis multivariat menunjukkan bahwa riwayat abortus (aOR = 1,412; 95% CI = 1,034-1,927; p = 0,03), kehamilan multipel (aOR = 2,723; 95% CI = 1,205-6,155; p = 0,016), anemia ibu (aOR = 2,345; 95% CI = 1,240- 4,333; p = 0.009), penyakit jantung ibu (aOR = 10,199; 95% CI = 1,375-75,641; p = 0,023), dan kepemilikan jaminan kesehatan (aOR = 1,325; 95% CI = 1,010- 1,738; p = 0,042) tetap terbukti menjadi faktor risiko signifikan setelah dikontrol dengan variabel sosiodemografi lainnya. Simpulan: faktor sosiodemografi yang berbungan secara signifikan dengan kejadian PJB adalah: riwayat abortus, kehamillan multipel, anemia ibu, penyakit jantung ibu, dan kepemilikan jaminan kesehatan. Temuan ini menekankan pentingnya pengelolaan kesehatan ibu selama kehamilan untuk menurunkan risiko PJB. Penelitian lebih lanjut dengan desain longitudinal disarankan untuk mengkaji lebih lanjut hubungan kausal antara faktor sosiodemografi dengan kejadian PJB.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPenyakit Jantung Bawaanen_US
dc.subjectDeterminanen_US
dc.subjectSosiodemografien_US
dc.subjectSKIen_US
dc.titleDeterminan Sosiodemografi Penyakit Jantung Bawaan pada Balita di Indonesia: Analisis Data SKI 2023en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21711140


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record