Analisis Kandungan Nikel Hasil dari Proses Adsorpsi menggunakan Regenerated Cellulose Termodifikasi Gugus Silan
Abstract
Nikel merupakan salah satu logam berat yang bersifat toksik dan berbahaya bagi
lingkungan serta kesehatan manusia jika terakumulasi dalam jumlah tinggi. Peningkatan
aktivitas industri, terutama industri baterai dan pertambangan, menyebabkan potensi
pencemaran nikel dalam air limbah semakin besar. Oleh karena itu, analisis kandungan
nikel sangat penting dilakukan sebagai upaya pemantauan dan pengendalian pencemaran
logam berat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui konsentrasi Ni dari hasil
proses adsorpsi. Proses adsorpsi dilakukan pada optimasi variasi konsentrasi membran
yaitu 0,5%; 1%; 2; 3% dan 4%, variasi pH 2, 3, 4, 5, 6, 7 dan 8, serta waktu kontak di 5,
15, 30, 45, 60, 120 dan 180 menit. Hasil adsorpsi menunjukkan kondisi optimum pada
konsentrasisilan 4%, pH 5, dan waktu kontak 60 menit. Pada kondisi ini, kapasitas adsorpsi
(Qe) tertinggi dicapai sebesar 0,0948 mg/cm2, menunjukkan efisiensi pengikatan ion nikel
yang maksimal oleh membran. Model isoterm adsorpsi mengikuti model Langmuir dengan
R2 = 0,9818, menunjukkan bahwa proses adsorpsi terjadi dalam bentuk lapisan tunggal
secara homogen. Model kinetika yang paling sesuai adalah model pseudo second order (R2
= 0,9995), mengindikasikan mekanisme chemisorption. Validasi metode yang dilakukan
didapatkan hasil R2 0,9951, batas deteksi serta batas kuantifikasi masing-masing sebesar
1,3938 mg/L dan 4,6462 mg/L dengan RSD sebesar 5,08% dan %EKP sebesar 29,14%,
yang masih berada dalam batas keberterimaan (<30%), yang masih berada dalam batas
keberterimaan. Metode spektrofotometri UV-Vis yang digunakan mampu mendeteksi dan
mengukur kandungan nikel secara valid setelah proses adsorpsi, serta membuktikan bahwa
membran selulosa teregenerasi termodifikasi silan efektif digunakan sebagai adsorben
dalam pemisahan ion logam nikel dari larutan.
Collections
- Chemical Analyst [441]
