Ekstraksi Maserasi Berbantu Ultrasonik terhadap Kayu Gaharu (Aquilaria Malaccencis)
Abstract
Kebutuhan akan kayu gaharu semakin meningkat seiring dengan banyaknya kelebihan
dari gaharu tersebut. Hal ini melatar belakangi peneliti untuk menentukan metode
ekstraksi terbaik dalam proses pemisahan senyawa aktif pada tanaman gaharu. Proses
ektraksi konvensional seperti maserasi memiliki beberapa kekurangan seperti lama
waktu ekstraksi dan rendemen yang dihasilkan kecil. Oleh karena itu, pada penelitian
ini dilakukan modifikasi maserasi dengan penguatan ultrasonik. Ultrasonik
memberikan kelebihan seperti waktu ekstraksi yang singkat dan nilai rendemen yang
tinggi. Proses ultrasonik dilakukan dengan maserasi selama 1x24 jam yang kemudian
akan dikombinasikan dengan Sonicator Bath pada frekuensi 40 kHz dan suhu 25 °C
dengan variasi waktu 40, 30, dan 20 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
metode ultrasonik secara konsisten mampu meningkatkan nilai rendemen ekstrak kayu
gaharu dibandingkan dengan metode maserasi konvensional, baik saat menggunakan
pelarut etanol maupun etil asetat. Peningkatan rendemen sebesar 0.29% terjadi pada
pelarut etil asetat dan peningkatan rendemen sebesar 0.1175% terjadi pada pelarut
etanol dengan waktu optimal dari keduanya adalah 40 menit. Ekstrak yang dihasilkan
dari pelarut etil asetat mengindikasi adanya senyawa 10-epi-gamma-eudesmol yang
termasuk ke dalam senyawa utama penyusun aroma kayu gaharu, sedangkan pada
etanol tidak mengindikasi adanya senyawa tersebut.
Collections
- Chemistry [751]
