• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pengaruh Konsumsi Ultraprocessed Food (UPF) terhadap Gangguan Kognitif pada Populasi Lansia: Scoping Review

    Thumbnail
    View/Open
    21711072.pdf (1.793Mb)
    Date
    2025
    Author
    Nusantara, Raja Tsaqif Putra
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar Belakang: Gangguan kognitif pada lansia menjadi isu global seiring meningkatnya populasi lanjut usia, dengan berbagai faktor risiko, salah satunya pola makan. Konsumsi ultraprocessed food (UPF) yang tinggi gula tambahan, lemak jenuh, natrium, dan zat aditif, diduga berperan dalam penurunan fungsi kognitif melalui berbagai mekanisme patologis. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara konsumsi UPF dan kejadian gangguan kognitif pada populasi lansia melalui pendekatan scoping review Metode: Penelitian ini merupakan scoping review terhadap literatur yang diambil dari basis data daring PubMed, ScienceDirect, dan ProQuest menggunakan strategi Boolean Search. Kriteria inklusi mencakup artikel original berbahasa Inggris, desain observasional atau eksperimental, subjek ≥60 tahun, dan dipublikasikan tahun 2015– 2025. Hasil: Dari 439 artikel, lima studi memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut. Hasil menunjukkan bahwa konsumsi UPF >19,9% hingga >60% dari total kalori harian, serta ≥5 hingga ≥10 takaran saji per hari, berkorelasi dengan peningkatan risiko gangguan kognitif, termasuk fungsi eksekutif, memori, bahasa, dan demensia Alzheimer. Jenis UPF seperti produk daging olahan, olesan/minyak, dan produk susu juga dikaitkan dengan penurunan fungsi kognitif, khususnya pada perempuan dan individu dengan obesitas. Kesimpulan: Konsumsi UPF yang tinggi pada lansia berpotensi meningkatkan risiko gangguan kognitif melalui berbagai mekanisme seperti inflamasi sistemik, stres oksidatif, resistensi insulin, dan disbiosis gut-brain axis. Kontrol konsumsi UPF sehari- hari perlu untuk dilakukan sebagai upaya pencegahan gangguan kognitif pada populasi lansia.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/58462
    Collections
    • Medical Education [2860]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV