Pengaruh Konsumsi Ultraprocessed Food (UPF) terhadap Gangguan Kognitif pada Populasi Lansia: Scoping Review
Abstract
Latar Belakang: Gangguan kognitif pada lansia menjadi isu global seiring
meningkatnya populasi lanjut usia, dengan berbagai faktor risiko, salah satunya pola
makan. Konsumsi ultraprocessed food (UPF) yang tinggi gula tambahan, lemak jenuh,
natrium, dan zat aditif, diduga berperan dalam penurunan fungsi kognitif melalui
berbagai mekanisme patologis. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk
mengkaji hubungan antara konsumsi UPF dan kejadian gangguan kognitif pada
populasi lansia melalui pendekatan scoping review
Metode: Penelitian ini merupakan scoping review terhadap literatur yang diambil dari
basis data daring PubMed, ScienceDirect, dan ProQuest menggunakan strategi
Boolean Search. Kriteria inklusi mencakup artikel original berbahasa Inggris, desain
observasional atau eksperimental, subjek ≥60 tahun, dan dipublikasikan tahun 2015–
2025.
Hasil: Dari 439 artikel, lima studi memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut.
Hasil menunjukkan bahwa konsumsi UPF >19,9% hingga >60% dari total kalori
harian, serta ≥5 hingga ≥10 takaran saji per hari, berkorelasi dengan peningkatan
risiko gangguan kognitif, termasuk fungsi eksekutif, memori, bahasa, dan demensia
Alzheimer. Jenis UPF seperti produk daging olahan, olesan/minyak, dan produk susu
juga dikaitkan dengan penurunan fungsi kognitif, khususnya pada perempuan dan
individu dengan obesitas.
Kesimpulan: Konsumsi UPF yang tinggi pada lansia berpotensi meningkatkan risiko
gangguan kognitif melalui berbagai mekanisme seperti inflamasi sistemik, stres
oksidatif, resistensi insulin, dan disbiosis gut-brain axis. Kontrol konsumsi UPF sehari-
hari perlu untuk dilakukan sebagai upaya pencegahan gangguan kognitif pada
populasi lansia.
Collections
- Medical Education [2860]
